Musim ini dunia balap sepeda profesional telah menyaksikan lahirnya seorang "alien" baru. Paul Seixas, pemuda berusia 19 tahun dari tim Decathlon-CMA CGM, berhasil mengukir sejarah di balapan klasik Ardennes dengan menjuarai edisi ke-90 La Flèche Wallonne, Rabu, 22 April 2026.

Kemenangan ini bukan sekadar podium biasa. Seixas resmi dinobatkan sebagai pemenang termuda sepanjang 90 tahun penyelenggaraan balapan legendaris ini. Ia mematahkan rekor Philémon De Meersman, pemenang edisi perdana pada 1936, dengan selisih usia yang terpaut dua tahun lebih muda.

Baca Juga: Respons Cepat Tim Safety Nggravel Blitar 2026 Tuai Apresiasi Peserta

Meski datang sebagai favorit usai performa impresif di Itzulia Basque Country, Seixas menunjukkan ketenangan yang melampaui usianya. Saat peloton memasuki sektor penentu, Mur de Huy—tanjakan ikonik sepanjang 1,4 km dengan gradien rata-rata 8,9 persen yang dijuluki "dinding siksa"—Seixas tidak gentar. Ia langsung menempel ketat Ben Tulett (Visma-Lease a Bike) di barisan terdepan.

Momen krusial terjadi tepat 200 meter menjelang garis finis. Di saat pembalap lain mulai kehabisan napas akibat kemiringan ekstrem, Seixas justru melepaskan akselerasi eksplosif. Ia meninggalkan Tulett di aspal terjal dan menyentuh garis finis sendirian dengan gaya yang sangat dominan.

Juara nasional Swiss, Mauro Schmid (Jayco-AlUla), melakukan late-charge untuk menyalip Tulett di detik-detik terakhir guna mengamankan posisi kedua (selisih 3 detik). Sementara itu, jagoan Prancis Benoît Cosnefroy harus puas di urutan keempat.

"Ini sungguh tidak bisa dipercaya. Tahun lalu, saya masih menyaksikan balapan ini dari layar televisi. Sekarang saya berdiri di sini sebagai pemenang," ujar Seixas dengan nada tak percaya usai balapan.

Rute sejauh 200 km dari Herstal menuju Huy tahun ini menyuguhkan tantangan elevasi hampir 3.000 meter. Tiga kali pendakian Côte d'Ereffe dan Côte de Cherave sebelum finis di puncak Mur de Huy terbukti menjadi "kuburan" bagi banyak unggulan.

Mantan juara dunia sekaligus jawara tiga kali La Flèche Wallonne, Julian Alaphilippe, harus menyerah dan tercecer dari peloton utama pada putaran kedua. Nasib sial juga menimpa Marc Hirschi (Tudor Pro Cycling) yang peluangnya terkubur akibat kecelakaan massal di 20 km terakhir.

Baca Juga: Amstel Gold Race 2026: Pembalasan Dendam Sempurna Remco Evenepoel

Strategi kolektif Decathlon-CMA CGM terbukti menjadi kunci. Mereka mampu meredam aksi solo Andreas Leknessund (Uno-X Mobility) tepat sebelum pendakian Cherave, memberikan panggung yang sempurna bagi Seixas untuk mengeksekusi serangan finalnya.

"Setelah semua rekan setim bekerja keras 200 persen, ini hanya masalah insting dan membaca tanda-tanda di lapangan. Semua orang mengeluarkan kemampuan terbaiknya hari ini," tutup sang remaja pemecah rekor tersebut. (Mainsepeda) 

Results powered by FirstCycling.com

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 21: Enric Mas Juara, Johannessen Menang di Granada
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Isaac del Toro Juara GP Montreal 2026, Sinyal Kuat Jelang Kejuaraan Dunia
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Tour de Surakarta Digelar 10 Oktober 2026, Siap-Siap Nikmati Keindahan dan Kenyamanan Solo
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Kamboja Menuju Produsen Sepeda Utama Dunia?