Nggravel Blitar 2026 yang digelar Minggu, 19 April, diwarnai aksi gila dari dua cyclist nasional. Adrian Kurniawan, atlet balap sepeda gunung (MTB) asal Blitar, sukses menjadi finisher pertama sekaligus mengamankan podium juara kategori MTB Men 34 and Under. Sementara itu, untuk persaingan Gravel Bike, finisher tercepat sukses direbut atlet gravel nasional, Yusuf Kibar. Dia menjuarai kategori Gravel Men 34 and Under

Yang membuat banyak pihak berdecak kagum adalah hasil akhir keduanya yang mampu melibas rute gravel sejauh 100 Km, di bawah empat jam.  Adrian mengakhiri balapan dengan catatan 3 jam 23 menit 57 detik. Sedangkan, Kibar mencatatkan waktu 3 jam 30 menit 14 detik.

Sejak bendera start dikibarkan, persaingan ketat langsung tersaji di barisan depan. Pembalap senior Trihadi Siswanto sudah melakukan breakaway di kilometer pertama balapan. Aksinya lantas diikuti peloton pengejar yang diisi lima pembalap, termasuk Adrian dan Kibar di dalamnya. 

Namun, peta persaingan mulai berubah cepat saat memasuki segmen off-road di daerah Sutojayan di kilometer belasan. Adrian dan Kibar mulai melepaskan diri dari para pesaing-pesaingnya. Keduanya terus memimpin balapan hingga Km-60. Di sana, Adrian yang menggunakan sepeda MTB lebih unggul karena jalurnya berubah sangat teknikal. Rute didominasi jalur aspal pecah dan bebatuan besar. 

"Mulai duel itu di rute-rute off-road, saling balap-balapan. Saya mulai meninggalkan Kibar di kilometer 60-an karena rutenya sangat teknikal, menanjak, dan berbatu," ujar Adrian Kurniawan saat ditemui di garis finis.

Pilihan strategi Adrian tergolong berani. Peraih medali emas PON XXI ini memilih untuk tidak berhenti di setiap checkpoint guna menjaga momentum waktu. Strategi ini terbukti ampuh meredam kekuatan Yusuf Kibar yang bisa saja mendahuluinya di jalanan aspal. 

"Strateginya sih tadi lihat situasi dulu ya, soalnya kan Mas Kibar itu orangnya sangat kuat sekali di jalan yang rata atau aspal. Jadi saya curi-curi speed itu di jalan yang off-road," tukasnya.

Bagi Yusuf Kibar, ajang ini lebih dari sekadar perlombaan lokal. Juara Bentang Jawa 2024 ini menjadikannya sebagai ajang pemanasan sebelum berlaga pada Kejuaraan Dunia Gravel UCI 2026 di Nannup, Australia, Oktober mendatang. 

Kibar yang menggunakan sepeda khusus gravel mengakui keunggulan Adrian di medan teknikal. "Dia (Adrian) naik MTB, wah enak banget. Tapi skill-nya memang bagus sekali. Saya pakai gravel agak sulit mengikuti karena rutenya benar-benar teknikal," ungkap pembalap berusia 27 tahun tersebut.

Meski demikian, Kibar tetap meraih podium tertinggi di kategori khusus sepeda gravel. Ia menilai kualitas rute di Blitar sudah sejajar dengan standar internasional seperti ajang Dustman di Thailand yang pernah ia ikuti.

"Sudah oke banget, persis seperti event yang di luar negeri. Ini pertama kalinya saya ikut race gravel panjang sampai 100 kilometer di Indonesia. Potensinya sangat besar untuk dibawa ke level internasional karena variasi rutenya kaya, mulai dari koral sampai tanah merah," tambah Kibar. (Mainsepeda)

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 21: Enric Mas Juara, Johannessen Menang di Granada
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Isaac del Toro Juara GP Montreal 2026, Sinyal Kuat Jelang Kejuaraan Dunia
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Tour de Surakarta Digelar 10 Oktober 2026, Siap-Siap Nikmati Keindahan dan Kenyamanan Solo
Kamboja Menuju Produsen Sepeda Utama Dunia?