Malang berubah menjadi lautan warna-warni sepeda lipat pabrikan Inggris, Brompton, Sabtu, 11 April 2026. Itu karena perhelatan tahunan, Brompton Day Out (BDO), edisi ke-11 digelar di Kota Malang. 

Pemilihan Kota Malang sebagai tuan rumah tahun ini bukanlah tanpa alasan. Selain kesiapan komunitas lokal, Brompton Ngalam Squad (BNS), acara ini sengaja dipadukan dengan momentum perayaan hari jadi Kota Malang ke-112.

Para peserta diajak untuk menikmati rute yang menonjolkan keramahan Malang sebagai kota tujuan sport tourism. Event BDO ini pun dibuka langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. 

Baca Juga: Preview Paris-Roubaix 2026: MVDP-Pogacar Mengejar Rekor Legenda di Hell of the North

"Jadi BDO ini sdh diselenggarakan 10 kali dan Malang belum pernah jadi tuan rumah. Jadi ditunjuk dan kami juga harus siap. Persiapan lumayan lama untuk mematangkan konsep. Karena kita panitia Malang pengen ada yg beda di BDO kali ini," Ketua Panitia, F Lazuardi. 

Keunikan paling mencolok pada BDO ke-11 ini adalah ide untuk penguatan jejaring komunitas antar pecinta sepeda Brompton. Jika biasanya ribuan cyclist melakukan konvoi besar secara bersamaan dan berkelompok hanya dengan komunitasnya, panitia Malang menerapkan sistem kelompok acak (random group).

Para peserta BDO juga memakai kostum-kostum unik sesuai tema Carnival Ride.

Sebanyak 420 peserta yang hadir dari berbagai penjuru Nusantara dan mancanegara dipecah ke dalam kelompok-kelompok kecil. Di sinilah letak eksperimen sosialnya; anggota satu komunitas sengaja dipisahkan untuk bergabung dengan anggota komunitas lain.

Langkah ini diapresiasi oleh Ketua Brompton Owners Group Indonesia (BOGI), Baron Martanegara, karena berhasil mencairkan eksklusivitas kelompok. Peserta diajak berinteraksi intensif dengan rekan baru sambil memecahkan teka-teki rute yang diberikan panitia.

"Peserta dipisah dan dicampur agar membaur dengan teman-teman lainnya supaya bisa saling kenal. Setiap kelompok menyebar menuju titik clue yang berbeda, seperti gereja tua dan bangunan heritage, sebelum akhirnya finis di Politeknik Negeri Malang. Menyenangkan sih," kata Baron.

Beberapa cyclist memilih kostum badut untuk meramaikan BDO ke-11.

Selain aspek sosial, BDO 11 juga memberikan ruang bagi pesertanya melakukukan berbagai kegiatan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah BDO, panitia menyelenggarakan lomba kriterium khusus sepeda Brompton. Ini menjadi pelengkap dari lomba-lomba tradisional yang sudah ada sebelumnya seperti lomba melipat sepeda cepat (fastest fold) dan sepeda lambat.

Baca Juga: Komunitas Samar Wulu Banyuwangi Siap Away ke Nggravel Blitar 2026

Kemeriahan semakin memuncak dengan hadirnya parade kostum yang jenaka. Sesuai tema Carnival Ride, para peserta tampak mengenakan berbagai atribut mulai dari tokoh kartun Tom and Jerry, pahlawan super, pewayangan, hingga busana adat Nusantara.

"Setiap BDO itu ada penghargaan untuk best costume. Tahun ini ada tema Nusantara, Hero, Flower, hingga OOTD. Makanya ada yang pakai baju badut sampai tokoh pewayangan," tambah Baron.

Meski berstatus ajang nasional, daya tarik BDO 11 Malang melampaui batas negara. Dari total 420 peserta, terdapat partisipan internasional yang datang jauh-jauh dari Malaysia (4 orang), Singapura (2 orang), bahkan satu orang peserta berasal dari Jeddah, Arab Saudi. Secara domestik, delegasi terbesar berasal dari Surabaya, Yogyakarta, dan Jakarta. (Mainsepeda)

Populer

Cerita Survival dan Healing Asyik Peserta Nggravel Blitar 2026
Sambut HUT ke-112, Pemkot Malang-BPJS Ketenagakerjaan Gelar Gowes 112 Km
Nggravel Blitar 2026: Sabet Lanterne Roque Akibat Ban Bocor Suami, Hingga Keasyikan Reuni
Nggravel Blitar 2026: Podium Gravel Bike Diisi Sosok Familier
Amstel Gold Race 2026: Pembalasan Dendam Sempurna Remco Evenepoel
Nggravel Blitar 2026: Podium Juara Kategori MTB Diisi Peserta dari Beragam Kota
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Nggravel Blitar 2026: Adrian Tercepat MTB, Yusuf Kibar Finish Pertama Kategori Gravel Bike
Jersey Dholo KOM 2024: Warna Lebih Soft, Tampilkan Landmark Ikonik
Menjajal L-TWOO RX 12-Speed, seperti Apa Lawan Sensah?