Perfoma Jonas Vingegaard begitu menjanjikan di awal musim 2026. Pebalap asal Denmark ini baru saja menyegel gelar juara umum Volta a Catalunya 2026, Minggu, 29 Maret. Ini merupakan gelar kedua Vingegaard musim ini setelah sebelumnya menjuarai balapan multi-etape lain, Paris-Nice 2026, pada awal bulan ini.

Vingegaard menuntaskan etape 7 Volta a Catalunya di lokasi legendaris Montjuic Park, Barcelona, dengan ketenangan luar biasa. Meski panggung utama etape terakhir dicuri oleh pebalap muda Brady Gilmore (NSN) yang memenangi sprint di segmen final, tapi sorot perhatian publik tetap tertuju pada sang pemilik kaus pemimpin klasemen umum (GC).

Baca Juga: Nggravel Blitar 2026: Antisipasi Hujan Parah, Siapkan Rute Plan B

Memasuki etape pamungkas, Vingegaard membawa modal keunggulan 1 menit 20 detik atas Lenny Martinez (Bahrain Victorious). Namun, balapan ini tidak serta-merta mudah bagi Vingegaard. Kawasan Montjuic memiliki rute yang teknis dengan tanjakan curam hingga 16 persen. Red Bull-Bora-Hansgrohe berkali-kali mencoba memecah formasi. Namun, sang juara Tour de France dua kali itu tetap tenang. 

"Fokus utama saya hari ini adalah klasemen umum. Para pebalap Red Bull melakukan pekerjaan yang sangat baik, mereka mengisolasi saya dan mencoba menyerang secara bergantian," ujar Vingegaard tenang usai balapan. 

"Saya bisa mempertahankan diri dan posisi saya. Ini adalah awal tahun yang luar biasa bagi saya," tambahnya. 

Upaya paling agresif datang dari Remco Evenepoel. Didukung oleh Florian Lipowitz, pebalap Belgia itu melancarkan serangan eksplosif sejak 36 kilometer sebelum finis. Di setiap tanjakan tajam Montjuic, Evenepoel mencoba melepaskan diri, namun Vingegaard terus menempel lawannya itu.

Brady Gilmore memenangi etape penutup Volta a Catalunya 2026. (Photo: Getty Images)

Gagal melakukan breakaway, balapan akhirnya ditentukan lewat sprint rombongan kecil di turunan menuju Barcelona. Brady Gilmore memanfaatkan celah di tengah persaingan para sprinter untuk meraih kemenangan WorldTour pertamanya. Ia mengalahkan Dorian Gordon (Ineos Grenadiers) dan Evenepoel yang harus puas mengisi sisa posisi podium. 

Keberhasilan Gordon mengunci posisi runner up membuatnya membawa pulang gelar pengumpul point terbanyak di Volta a Catalunya 2026. Sementara jawara KOM (King of the Mountain) jatuh ke tangan Giulio Ciccone.

Baca Juga::E3 Saxo Classic 2026: Van der Poel Berdarah-darah Cetak 'Hattrick' Bersejarah

Dengan dua kemenangan besar dari dua ajang pembuka tahun ini, Vingegaard kini berdiri sebagai favorit utama untuk meraih Maglia Rosa di Giro d'Italia. Jika tidak ada perubahan, lawan terberat bagi Vingegaard di Italia nantinya adalah duo UAE Team Emirates-XRG, Joao Almeida dan Adam Yates serta spesialis GC dari tim Jayco AIUIa, Ben O'Connor. 

Selain itu, Vingegaard juga masih penasaran untuk menjegal Tadej Pogacar di ajang paling bergengsi di dunia balap sepeda, Tour de France. Hasil positif yang diraihnya sejauh ini dapat menjadi acuan bahwa ia lebih siap untuk melawan sang juara dunia road race musim ini. (Mainsepeda) 

Results powered by FirstCycling.com

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 21: Enric Mas Juara, Johannessen Menang di Granada
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Isaac del Toro Juara GP Montreal 2026, Sinyal Kuat Jelang Kejuaraan Dunia
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Tour de Surakarta Digelar 10 Oktober 2026, Siap-Siap Nikmati Keindahan dan Kenyamanan Solo
Kamboja Menuju Produsen Sepeda Utama Dunia?