Bintang Visma-Lease a Bike, Jonas Vingegaard, semakin mengukuhkan posisinya sebagai penguasa klasemen umum Paris-Nice 2026. Dalam balapan Etape 5 yang berakhir pada Kamis, 12 Maret 2026, juara Tour de France dua kali tersebut meraih kemenangan solo keduanya secara berturut-turut. Hasil ini sekaligus memperlebar jarak keunggulan yang kini semakin sulit dikejar oleh para pesaingnya.

​Berbeda dengan kemenangannya di Uchon sehari sebelumnya, kali ini Vingegaard memilih strategi serangan jarak jauh. Di bawah sinar matahari Perancis yang cerah, ia melakukan serangan tajam saat balapan menyisakan 20 kilometer. Vingegaard melesat meninggalkan rombongan di Côte de Saint-Jean-Muzols, sebuah tanjakan Kategori 1 yang sangat terjal.

Baca Juga: Paris-Nice-Etape 4: Juan Ayuso Tumbang, Vingegaard Menang

Keunggulannya terus membengkak hingga hampir satu menit saat ia melewati puncak Côte de Saint-Barthélemy-le-Plain. Sementara grup pengejar yang tercerai berai tampak kehilangan moral untuk menyusul Vingegaard.

Valentin Paret-Peintre (Soudal-QuickStep) berhasil finish kedua pada etape ini dengan selisih waktu hampir dua menit dari Vingegaard. Sementara itu, posisi ketiga di klasemen umum ditempati oleh Tobias Steinhauser (EF Education-Easy Post). 

Kemenangan ini terasa sangat emosional bagi Vingegaard. Rute etape kali ini melewati titik di mana ia mengalami kecelakaan hebat pada edisi Paris-Nice tahun lalu. Kecelakaan itu mengakibatkannya gegar otak dan terpaksa membuatnya mundur dari balapan.

"Sangat menyenangkan bisa membalas kegagalan itu sekarang, dan menang di sini pada hari yang begitu indah. Cuacanya luar biasa, dan ini menjadi hari yang menakjubkan bagi saya dan tim," ujar Vingegaard usai melewati garis finis di Colombier le Vieux dengan senyum lebar ke arah kamera.

Meski demikian, pembalap berusia 29 tahun itu mengaku tetap waspada dengan kemungkinan ia gagal mengunci gelar juara. "Tentu saja ini belum berakhir, masih ada tiga etape tersisa dan banyak hal bisa terjadi. Kami hanya harus tetap fokus hingga mencapai Nice," tambahnya.

Pernyataan Vingegaard tampak hanya pemanis. Dominasinya membuat perdebatan mengenai siapa yang akan memenangi "Race to the Sun" tahun ini hampir ditutup. 

Ia kini unggul 3 menit 22 detik atas pesaing terdekatnya, Dani Martínez (Red Bull-Bora-Hansgrohe). Dalam balapan yang biasanya ditentukan oleh selisih detik, jarak lebih dari tiga menit dianggap sebagai margin yang sangat mustahil dikejar.

Baca Juga: Nggravel Blitar 2026: Rekomendasi Hotel dan Moda Transportasi

Vingegaard memuji kerja keras timnya yang berhasil mengontrol pelarian pembalap di depan sejak awal etape. "Tim melakukan pekerjaan yang luar biasa. Kami ingin menang dan mengambil waktu sebanyak mungkin," tuturnya lagi.

Performa impresif ini menjadi sinyal kuat bagi para rival bahwa Vingegaard berada dalam kondisi fisik terbaiknya menjelang tantangan yang lebih besar musim ini, termasuk partisipasinya di balapan GrandTour, Giro d'Italia. (Mainsepeda)

Results powered by FirstCycling.com

 

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 21: Enric Mas Juara, Johannessen Menang di Granada
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Isaac del Toro Juara GP Montreal 2026, Sinyal Kuat Jelang Kejuaraan Dunia
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Tour de Surakarta Digelar 10 Oktober 2026, Siap-Siap Nikmati Keindahan dan Kenyamanan Solo
Taklukkan Tour of Flanders 2026, Pogacar Jaga Asa Misi Monument Slam