Komunitas roadbike kebanggaan Kuta, Dewata Motor Cycling Team (DMCT), baru saja merayakan hari jadinya yang kelima dengan cara yang istimewa. Tepat pada Sabtu, 14 Februari lalu. DMCT resmi memperkenalkan jersey edisi kelima mereka yang tampil fresh.

Tahun ini, DMCT mengusung konsep colorful yang terinspirasi dari tim balap sepeda profesional wanita papan atas asal Belanda, SD Worx-Protime. Meski tampil lebih berwarna, DMCT tidak meninggalkan akar mereka; sentuhan warna biru yang menjadi ciri khas komunitas tetap mendominasi. Sedangkan untuk urusan kualitas, DMCT tetap setia mengandalkan apparel lokal, SUB Jersey, sebagai mitra produksi.

"Ingin memberikan kesan fun karena member DMCT makin ke sini semakin bermacam-macam karakter di dalamnya," kata perwakilan DMCT, Arista Ditya. 

Baca Juga: UAE Tour 2026-Etape 4: Milan Bersaudara Menguasai Fujairah

DMCT mulai terbentuk sejak 2021 lalu usai pemilik showroom Dewata Motor, Hermawan, meracuni rekan-rekannya untuk ikut bersepeda. Dari situlah cikal bakal DMCT terbentuk. Mereka kemudian bersepakat membentuk komunitas sepeda yang eksis hingga saat ini. Saat ini DMCT diisi 50 member dengan 30 anggota aktif. 

DMCT merayakan anniversary kelima dengan gowes bareng. 

Ulang tahun kelima sekaligus kegiatan rilis jersey ini dirayakan dengan gowes bareng di rute kota Denpasar. Jaraknya 70 km dengan didominasi rute flat, tapi ditutup jalur menanjak ke ke tanjakan G20 yang memiliki elevation gain (eg) 500 meter. 

"Mengapresiasi kepada member yang masih setia berolahraga dan hidup sehat bareng. Semoga ini tetap bisa berlanjut terus," ucap Hermawan selaku Ketua DMCT.

DMCT saat nanjak di tanjakan G20. 

DMCT bukan sekadar komunita kumpul-kumpul. Mereka punya tiga agenda rutin tiga kali sepekan: Monday regular route, speedy Wednesday, dan Saturday long ride. Rute senin reguler yakni bersepeda ke tanjakan G20 dengan rute sejauh 50 Km. Untuk hari Rabu, DMCT punya agenda nge-loop di rute MBG Loop sebanyak lima lap, total jarak 35 Km. Dan di akhir pekan, mereka akan gowes jarak jauh ke Bali Utara dengan rute 100 Km dengan eg 1.000 meter. 

Baca Juga: Sambut Ramadan, Komunitas TendBir Semarang Gelar Long Ride ke Rute "Luna Maya"

Sementara itu, kegiatan di luar agenda rutin umumnya mengikuti event bersepeda bersamaan, diantaranya event-event dari Mainsepeda. Yang jadi incaran untuk agenda gowes bareng adalah Bromo KOM dan Nggravel Glenmore. Sembilan anggota dipastikan ikut Bromo KOM, dan angka itu diprediksi akan terus bertambah. 

"EJJ lalu ada dua orang member DMCT yang join event. Next Bromo KOM dan Nggravel Glenmore yang paling realistis karena cukup mudah dijangkau dari Bali," kata Arista. (Mainsepeda)

Populer

Tour de France 2026-Etape 16: Evenepoel Tercepat di ITT, Pogacar Pertahankan Jersey Kuning
Kolom Azrul Ananda: Misteri Tanjakan Bromo
Cyclist Favorit: Kisah Patricia Membelah Pulau Sulawesi
HRV di Atas 200! Rahasia Kebugaran dan Recovery Supernya Mathieu van der Poel
Buat Ngebel KOM 2026, PT KAI Siapkan Kereta Khusus dan Layanan Bagasi Sepeda
Pogacar Sedih Vingegaard Out dari Tour de France, Singgung Tes Anti-Doping
Pulang dari Jerman, Ethan Batara Jatuh Cinta Event Sepeda Indonesia
Sambut KAI Ngebel KOM 2026, Pemkot Madiun Siap Berikan Dukungan Lintas Sektor
Febrianta Heru Ngeloop 1.500 Km di PIK 2 Loop Selama 102 Jam
Brompton Luncurkan Empat Warna Baru untuk 2020