Niatan Mainsepeda menyertakan kategori jarak 600 Km di East Java Journey (EJJ) adalah untuk kaderisasi para ultra cyclist yang ingin menantang diri lebih jauh. Yakni mengikuti event ultra cycling lebih panjang lagi seperti EJJ 1.500 Km. 

Langkah ini nampaknya berbuah positif. Sejumlah finisher EJJ 2026 600 Km telah menyatakan minat untuk mengikuti jarak 1.500 Km tahun depan. Bahkan sudah ada yang mendapatkan langsung "visa" dari pasangannya. 

Salah satunya Wisnu Wahyu Nugroho, cyclist asal Klaten, disambut keluarganya saat finish di Surabaya Town Square (Sutos) pada Minggu petang, 8 Februari 2026. Menuntaskan total jarak 650 Km dengan catatan waktu 60 jam 39 menit 31 detik. 

Wisnu ketika disambut oleh keluarganya saat finish di Sutos. 

"Wah, 1.500 tahun depan ya," kata sang istri menantang sembari menyambut Wisnu di Sutos. 

Ditanyai perihal "visa" sang istri, Wisnu mengamininya. "Semoga beliau masih dalam pendirian ya," candanya. 

Baca Juga: EJJ 2026: EJJ 2026: ’Ultra Women’ Ivo-Fian Rebut Podium ke-3 Pair sekaligus Lantern Rouge

Cyclist 37 tahun mengaku tertarik ikut EJJ 1.500 Km, tapi sebagai pengguna seli, ia masih menimbang-nimbang lebih matang. "Sebenarnya mau ya ikut 1.500 Km, tapi kalau pakai seli kok berat sekali," imbuhnya. 

Sementara itu, usia kepala enam tidak menyurutkan niat Sutarno menantang dirinya melakukan hal yang lebih. Cyclist 65 tahun itu menargetkan mengikuti event 1.500 Km usai finis strong EJJ 2026 600 Km. 

Sutarno yang berusia 65 tahun ingin mencoba EJJ 1.500 Km tahun depan.

Sutarno menyelesaikan tantangan 600 Km itu dengan rekor waktu 52 jam 46 menit 7 detik. Namun, catatan waktunya itu bisa jadi lebih cepat jika ia tidak menghadapi beberapa masalah.

Sutarno sempat mengalami insiden tergelincir karena pasir halus. Ia sempat dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan dan disarankanya tidak lanjut bersepeda. Namun, ia tetap kekeuh melanjutkan perjalanan. 

"Saya targetnya finis subuh. Namun, ada kendala yang luar biasa akhirnya baru bisa tiba agak siang," ujarnya. 

Baca Juga: Raih Gelar S3 di Sydney, Wisuda ‘Sarjana Ultra’ 1.500 Km di EJJ 2026

"Saya ingin coba 1.500 Km. Intinya harus meningkat buat ke depannya," imbuhnya. 

Arista ketika melintasi kompleks peninggalan Majapahit, Candi Tikus. 

Di sisi lain, cyclist asal Denpasar, Arista Ditya, mengaku masih belum puas dengan performanya di EJJ 2026 600 Km. Catatan waktunya sebenarnya cukup baik, yakni 56 jam 21 menit 40 detik. Namun, Ia merasa kurang menikmati perjalanannya karena minimnya ride plan. 

"Kalau ikut lagi harus planning benar-benar. Mau tidur di mana, perlengkapannya lebih proper. Mungkin ngulang satu atau dua kali baru setelahnya ikut 1.500 Km," ungkapnya. (Mainsepeda)

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 21: Enric Mas Juara, Johannessen Menang di Granada
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Isaac del Toro Juara GP Montreal 2026, Sinyal Kuat Jelang Kejuaraan Dunia
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Tour de Surakarta Digelar 10 Oktober 2026, Siap-Siap Nikmati Keindahan dan Kenyamanan Solo
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Kamboja Menuju Produsen Sepeda Utama Dunia?