Terobosan terbaru panitia East Java Journey (EJJ) 2026 adalah adanya fasilitas dropbag bagi peserta 1.500 Km. Fungsinya untuk membagi barang bawaan agar para peserta lebih mudah selama perjalanan. 

Panitia akan memberikan drybag berkapasitas 5 liter yang dapat diisi barang keperluan para cyclist. Nantinya tas itu akan dibawa ke lokasi Check Point (CP) 2 di Blitar. Cyclist yang mencapai CP 2 bisa menukar barang yang telah dibawa sebelumnya dengan bawaan di dropbag. Bisa jersey atau bib yang bersih, ban cadangan, obat-obatan, dan keperluan lainnya.

Founder Mainsepeda, Azrul Ananda, dalam podcast Mainsepeda sebelumnya menyebut fasilitas dropbag terinspirasi dari event-event sepeda ultra di luar negeri, seperti Unbound Gravel dan London-Edinburgh-London (LEL).

Baca Juga: Rute Pedih EJJ 2026 1.500 Km, Terobati Estetika JLS hingga Teksas

"Jadi kita ada dropbag juga, jadi tidak harus membawa sebanyak itu. Di CP tertentu bisa ganti barang, dan barang itu yang selesai akan dibawa ke finish," ujar Azrul. 

Penambahan sarana dropbag merupakan bentuk komitmen dari penyelenggara agar event EJJ menjadi sarana yang cocok untuk menjajal event ultra cycling. Khususnya jika para pesepeda jarak jauh berencana mengikuti event-event di luar negeri.

Dropbag dapat di-request saat pengambilan race pack di Town Square Surabaya pada Minggu, 1 Februari 2026. Peserta lantas bisa membagi barang bawaannya, lalu dikumpulkan dan dititipkan kembali ke panitia, maksimal pukul 21.00 WIB. 

Peserta hanya diizinkan menitipkan dropbag yang disediakan panitia. Peserta dilarang keras menitipkan barang berharga seperti uang, perhiasan, atau perangkat elektronik. Panitia tidak bertanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan barang-barang ini. 

Penampakan Drop Bags di event London-Edinburgh-London yang jadi inspirasi sarana dropbox di EJJ 2026. (Source Photo: robskinner.net)

Peserta harus menunjukkan nomor (BIB) kepada panitia untuk mengambil dropbag. Pengambilan dropbag mengikuti jadwal Cut off Time (CoT) pada CP 2. Apabila melebihi batas waktu COT, dropbag akan dikembalikan ke titik finish dan baru bisa diambil pada hari Minggu, 8 Februari 2026 pukul 18.00-21.00 WIB, di Town Square Surabaya.

Selain dropbag, Mainsepeda juga menyediakan fasilitas-fasilitas pendukung lain yang sangat membantu bagi para ultra-cyclist. Contohnya di setiap CP akan disediakan logistik, mekanik, hingga fisioterapis. Selain itu, terdapat pula tim medis yang akan memantau di sepanjang rute.

"Ada mekanik, ada fisio, ada suplai, dan tim media dan mobil safety kita juga akan keliling," imbuhnya. 

Baca Juga: EJJ 2026: Panasnya Persaingan Juara Men 40 and Up

EJJ 2026 merupakan event ultra-cycling Mainsepeda yang akan memasuki edisi keempatnya. Setiap tahun ratusan cyclist dari seluruh penjuru Indonesia berpartisipasi mengikuti event ini.

EJJ akan digelar 2-8 Februari 2026. Start dan finish-nya akan dipusatkan di Surabaya. Terdapat dua kategori, yakni 1.500 Km (race) dan 600 Km yang bersifat non-kompetitif.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, EJJ menjanjikan pengalaman bersepeda yang tak terlupakan dengan mengeksplorasi rute-rute sepeda terbaik nan indah di Jawa Timur. (Mainsepeda)

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 21: Enric Mas Juara, Johannessen Menang di Granada
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Isaac del Toro Juara GP Montreal 2026, Sinyal Kuat Jelang Kejuaraan Dunia
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Tour de Surakarta Digelar 10 Oktober 2026, Siap-Siap Nikmati Keindahan dan Kenyamanan Solo
Kamboja Menuju Produsen Sepeda Utama Dunia?