Event ultra-cycling Mainsepeda, East Java Journey (EJJ) 2026, menarik minat cyclist dari berbagai penjuru nusantara. Tidak sedikit pula dari mereka yang akan jadi debutan di event ini. 

Lukianto Triantoro, cyclist asal Bekasi, mengaku menjajal EJJ 2026 karena ingin naik level. Rekor bersepeda terjauhnya ialah 486 kilometer, ketika Did Not Finish (DNF) di salah satu event ultra-cycling di Yogyakarta beberapa waktu lalu. Lukianto sendiri telah mendaftar EJJ 2025 untuk kategori 600 Km. 

"EJJ untuk jarak 600 km merupakan jarak middle sebelum mencoba 1.000 km. Saya mau mencoba event sepeda ultra dengan konsep unsupported karena saya ingin mengukur limit kemampuan diri saya," kata Lukianto Triantoro, cyclist asal Bekasi. 

Baca Juga: Dari Kalimantan, Misdar Tempuh Perjalanan 26 Jam Demi Malang Century Journey 2025

EJJ 600 Km memang didesain untuk mereka yang ingin menjajal sensasi bersepeda ultra lebih dari sehari semalam. Sifatnya yang unsupported dengan Cut off Time (CoT) yang telah ditentukan membuat peserta dituntut mengatur waktu hingga logistik secara presisi. 

"Dengan CoT 64 Jam, masih oke untuk belajar ultra seperti saya. Persiapan jelas stamina, membiasakan diri dengan waktu, dan asupan makanannya. Harapannya eg (elevation gain)-nya tidak tinggi," candanya. 

Sementara itu, Dolly Surya Wisaka, cyclist asal Jakarta menjadikan EJJ 2026 sebagai awal untuk kembali mencicipi bersepeda ultra di atas 500 Km. Ia telah lama tidak "mbolang" berhari-hari pasca berpartisipasi dalam event ultra-cycling pada Juni 2024 lalu. Event itu mengajak pesertanya mengelilingi Pulau Jawa sejauh 3.000 Km.

Saat itu Dolly sendiri berpartisipasi dalam kategori Team Relay yang berisi empat cyclist, artinya jarak ribuan kilometer itu dibagi secara individu. Kala itu, Dolly mendapatkan jatah bersepeda sejauh 615 Km dari Pangandaran ke Malang sebelum dilanjutkan rekannya yang lain. Jarak itu menjadi rekor terjauhnya hingga saat ini. 

"Mencoba multiday event lagi. Mengembalikan ritme tubuh biar menyesuaikan soalnya terakhir ikut event di atas 500 Km ya RAJ itu," kata Dolly. 

Cyclist 47 tahun ini tidak akan sendirian beraksi di EJJ 2026. Ia akan bersama tiga rekan lainnya dari Jakarta yang tergabung dengan komunitas To Be Discussed Cycling Community (TBD CC). Yakni Gage, Riza Fadhli Buditomo, dan Dondy Bappedyanto.

Baca Juga: Daftar East Java Journey Lagi, Penasaran Rute dan Kejutan Baru dari Mainsepeda

TBD CC sendiri merupakan komunitas yang banyak diisi oleh pecinta sepeda yang berkecimpung di dunia teknologi. Seperti CEO PT Biznet Gio Nusantara, Dondy Bappedyanto dan Chief Product Officer Vidio.com, Hadikusuma Wahab. 

"Sudah terdaftar sebagai verified member Mainsepeda App sejak diluncurkan, tapi baru kali resmi daftar dan kebetulan banyak teman yang daftar juga," imbuhnya. 

EJJ 2026 akan menjadi edisi keempat event ultra-cycling yang dikoordinir oleh Mainsepeda. Event ini akan digelar pada 2-8 Februari 2026 mendatang. Seperti tahun-tahun lalu, EJJ menjanjikan pengalaman bersepeda yang tak terlupakan dengan mengeksplorasi rute-rute sepeda terbaik dan indah di Jawa Timur. 

Pendaftaran EJJ 2026 telah di buka. Terdapat promo registrasi earlybird dengan potongan harga menarik hingga 20 Desember 2025 mendatang. Segera daftar sekarang di Mainsepeda App. (Mainsepeda)

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 21: Enric Mas Juara, Johannessen Menang di Granada
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Isaac del Toro Juara GP Montreal 2026, Sinyal Kuat Jelang Kejuaraan Dunia
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Tour de Surakarta Digelar 10 Oktober 2026, Siap-Siap Nikmati Keindahan dan Kenyamanan Solo
Kamboja Menuju Produsen Sepeda Utama Dunia?