Rayhan Agung Ramadhan dan Aulia Widya Esti jadi simbol perjuangan tak pernah terputus di event Malang Journey pada Minggu, 30 November 2025. Mereka jadi cyclist terakhir yang mencapai titik finish, hampir mendekati Cut off Time (CoT) pada pukul 17.34 WIB. 

Rayhan tiba di titik akhir hanya tiga menit sebelum CoT. Sedangkan, dari cyclist perempuan, Aulia lebih dahulu finish pada pukul 17.21 WIB. 

"Harus diakui dua minggu ini gak latihan sama sekali. Alhamdulillah-nya masih dapat Lanterne Rouge," kata Rayhan. 

Baca Juga: Rombongan Cyclist Finis Terdepan Tuntaskan Malang Century Journey 2025 Kurang dari 6 Jam

Cyclist 23 tahun ini tak menampik berpikir untuk menyerah saat tiba di Check Point (CP) 2. Namun, ia mengurungkan niatnya karena sudah berkomitmen ingin menaklukkan Malang Century Journey 2025. 

"Saya melihat ini sebagai penghargaan, tapi juga refleksi diri untuk latihan lebih banyak lagi," imbuhnya. 

Cerita lebih menyentuh disampaikan Aulia. Cyclist asal Surabaya ini belum genap satu tahun bersepeda. Ia awalnya didiagnosa mengalami Osteoartritis, kondisi sendi yang menimbulkan rasa sakit diakibatkan kelainan dari lahir.   

Sang dokter pun akhirnya mendorong kebiasaan olahraganya dari hiking dan trial walk, berubah menjadi bersepeda. Aulia pun mengaku sempat stres karena hobinya dilarang. Namun, suaminya mendorong Aulia untuk mengikuti kata dokter dan akhirnya saat ini, ia jatuh cinta bersepeda long ride

"Saya sempat nangis, kenapa saya harus mulai sesuatu yang tidak pernah saya lakukan. Tapi suami mendorong saya dan membelikan sepeda gravel ini dan dia sekarang bertanya kok sepedaanya semakin jauh", candanya. 

Sebelum mengikuti Malang Century Journey 2025, ia telah bersepeda mandiri dari Surabaya ke Solo sejauh 300-an Km. Itu dilakukannya saat ia baru mengenal bersepeda kurang dari delapan bulan.  

Akan tetapi baru di event Malang Century Journey 2025 ini, ia mengikuti event dengan batas waktu atau CoT. Aulia sempat ingin menyerah karena tersasar di akhir perjalanannya. Namun, momen tersebut justru menjadi salah satu titik yang paling membekas. 

Baca Juga: Guyub Menikmati Rute-Rute Seru Malang Century Journey 2025

“Tadi, saya pikir ngambil rute yang salah. Itu sudah sangat stressful. Saya mau telefon teman, tapi enggak berani juga menerima kenyataan kalau memang I was in the wrong route. Jadi, ah sudahlah saya fokus sama diri saya aja,” cerita Aulia. 

Di lain pihak, Founder Mainsepeda, Azrul Ananda, memberikan aprisiasi tinggi kepada kedua peraih lanterne rouge ini. "Mungkin hanya di Mainsepeda finisher terakhir dirayakan lebih meriah dibandingkan finisher pertamanya," ungkapnya. 

Azrul juga mengaku memiliki kesan yang mendalam pada event Malang Century Journey 2025 dalam konteks pesertanya. "Saya sudah bikin event sepeda banyak banget, tapi ini event yang sangat guyub ya. Berbagai kalangan, jenis sepeda, semua berkumpul menjadi satu," tutupnya. (Mainsepeda)

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 21: Enric Mas Juara, Johannessen Menang di Granada
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Isaac del Toro Juara GP Montreal 2026, Sinyal Kuat Jelang Kejuaraan Dunia
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Tour de Surakarta Digelar 10 Oktober 2026, Siap-Siap Nikmati Keindahan dan Kenyamanan Solo
Kamboja Menuju Produsen Sepeda Utama Dunia?