Arif Hidayat, alumnus DBL Indonesia All-Star 2008-2009 sekaligus pebasket profesional, ikut memeriahkan gelaran Malang Century Journey 2025. Kehadirannya terlihat saat sesi race pack collection (RPC) di Stadion Gajayana pada Sabtu, 29 November 2025.

Arif bercerita bahwa ketertarikannya pada dunia sepeda muncul setelah dirinya mengalami cedera lutut akibat bermain basket pada 2023. Kondisi itu pun membuatnya harus menjalani serangkaian operasi dan memaksanya harus menepi dari panggung liga basket profesional.

Baca Juga: Malang Century Journey 2025: Mengundang Rasa Penasaran Cyclist Lokal

“Cedera itu sebenarnya akumulasi dari profesi bermain basket, jadi bukan yang tiba-tiba sakit. Tahun 2023 atau 2024 awal, ngerasa sakit di lutut kalau ditekuk di derajat tertentu. Ternyata setelah diperiksa MRI, ada baretan kecil,” ujar Arif. Ia kemudian menambahkan. “Dokter akhirnya memutuskan untuk operasi karena yang cedera itu bagian tulang kartilago. Sekarang masih ada sakit, belum 100 persen pulih.”

Baca Juga: Malang Century Journey 2025: Diikuti 600 Lebih Cyclist, Jadi Ajang Gathering di Penghujung Tahun

Meski dihadapkan dengan situasi tersebut, alumnus SMAN 2 Jember itu tidak ingin sepenuhnya rehat dari dunia olahraga. Ia mulai mencari “jalan alternatif” dengan menekuni cabang olahraga yang tidak memberi beban besar pada lututnya.

“Buat ngehindarin lutut kerja keras, ada renang sama sepeda. Tapi, saya happy dengan sepeda karena bisa ke mana-mana dan ternyata betul menyenangkan. Saya nemu capek dan ngos-ngosannya sama kayak basket dulu,” tutur Arif.

Partisipasinya dalam Malang Century Journey 2025 menandai debutnya dalam event yang diselenggarakan oleh Mainsepeda. Arif lebih lanjut mengungkapkan bahwa keikutsertaannya kali ini didorong oleh minat besarnya yang tengah tumbuh pada dunia long ride.

“Kemarin sempat ikut event lain yang 100 kilometer, terus kebetulan Mainsepeda ngadain Malang Century Journey dan kayaknya pas nih sama kebiasaan saya sekarang yang lagi belajar ultracycling. Apalagi, Malang enggak jauh dari Jember. Istri menyetujui dan happy sekalian liburan,” terangnya.

Menyambut event Mainsepeda perdananya, Arif sebetulnya tidak berharap muluk-muluk. Terlebih, momen ini juga menjadi pengalaman pertama bersepeda menyusuri rute-rute di Malang.

Baca Juga: Malang Century Journey 2025: Diikuti 600 Lebih Cyclist, Jadi Ajang Gathering di Penghujung Tahun

Menurutnya, hal terpenting adalah dapat merampungkan finis sesuai Cut of Time (CoT) yang telah ditentukan. “Jujur, lebih pengin bisa explore tempat-tempat di sini. Yang penting, saya happy dan finish dengan selamat. Aku juga dapat keringat dan capeknya,” tutup pebasket yang terakhir membela Prawira Bandung dan pernah menjuarai liga basket profesional tanah air pada 2016 bersama CLS Knights Surabaya ini.

Malang Century Journey 2025 merupakan event kolaborasi antara Mainsepeda dan Pemerintah Kota Malang. Seluruh peserta akan memulai start di Balai Kota Malang pada Minggu, 30 November 2025, pukul 06.00 WIB.

Sementara, Cut of Time (CoT) dari gelaran ini berlangsung selama hampir 12 jam. Nantinya, para cyclist akan melewati rute sepanjang kurang lebih 160 kilometer dengan total elevation gain (EG) sekitar 1.200 meter. (Mainsepeda)

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 21: Enric Mas Juara, Johannessen Menang di Granada
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Isaac del Toro Juara GP Montreal 2026, Sinyal Kuat Jelang Kejuaraan Dunia
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Tour de Surakarta Digelar 10 Oktober 2026, Siap-Siap Nikmati Keindahan dan Kenyamanan Solo
Kamboja Menuju Produsen Sepeda Utama Dunia?