Cyclist nasional Yosandy Darmawan Oetomo mencetak prestasi apik. Ia sukses meraih kemenangan di Etape 2 Tour of Zhanghe yang digelar di Tiongkok pada Minggu, 26 Oktober 2025. Kemenangan ini jadi prestasi terbaiknya di balapan Internasional. 

Tour of Zhanghe merupakan balapan internasional non-UCI yang terdiri dari dua etape. Meskipun demikian, balapan ini diisi klub-klub berlabel Continental Team (CT) di Asia dan Eropa. Ambil contoh Monzon-Incolor-Gub (Romania), Quick Pro Team (Estonia), St George Continental Cycling Team, dan masih banyak lain. Sedangkan, tim Indonesia diwakili Jakarta Pro Cycling Team (JPC) dan Nusantara-BYC.

Baca Juga: Lelogama KOM 2025: Panasnya Tak Terkira, Pemandangannya Tiada Tara

Yosandy tampil sempurna pada balapan sejauh 82,1 Km itu, khususnya pada sprint terakhir yang diisi peloton massal. Pembalap JPC itu menusuk ke baris ke depan di 300 meter terakhir sebelum menciptakan serangan sempurna. Ia akhirnya memenangi balapan dengan keunggulan tipis, mengalahkan Jude Gabriel Fransisco (Victoria Sport Pro Cycling) dan Kristians Belohvosciks (Monzon-Incolor-Gub). 

"Saya senang dan pastinya bangga," ujar Yosandy. "Dari awal saya coba breakaway, tapi belum berhasil. Habis itu saya baca permainan kemungkinan sprint massal. Di situ saya main safe sampai akhir. 1 Km terakhir saya mencari posisi 10 besar dan di 200 meter saya angkat sprint dan kontrol pesaing di sisi kanan saya, akhirnya saya memenangkan posisi pertama," imbuhnya. 

Sebelum memenangi etape 2 Tour of Zhanghe, Yosandy juga berhasil naik podium tiga besar di etape 2 Tour of Guizhou Eco-Province. JPC sendiri mengikuti sejumlah agenda balapan di Jepang dan Tiongkok pada bulan ini. Mulai dari Oita Urban Classic Road Race (1.2), Tour of Mentougou International Road Cycling Race (2.2), Tour of Guizhou Eco-Province (NAT), dan Tour of Zhanghe (NAT). 

Baca Juga: Fian Tiga Besar di Gravelista 2025, Hadi Tombro Kurang Beruntung

Hasil ini membuat Yosandy memiliki motivasi tinggi untuk mempersiapkan musim depan. Ia menargetkan mampu mencetak prestasi-prestasi nasional maupun internasional lainnya. 

"Targetnya dipertahankan prestasinya dan terus berprestasi di kancah Internasional," tutupnya. (Mainsepeda)

Populer

In This Economy, Ternyata Ini Alasan Para Peserta Ketagihan Ikut Bromo KOM, Ada yang 12 Kali Ikut!
12 Tahun Bromo KOM, Tetap Melahirkan Debutan yang Penasaran Menaklukkan Wonokitri
Bromo KOM 2026: Catat Jadwal, Lokasi, dan Alur Pengambilan Race Pack
Berburu Momen Terbaik di Bromo KOM 2026? Tenang, Puluhan Fotografer Siap Rekam Aksi Peserta
Terbang dari Australia Demi Bromo KOM, Sepeda Cyclist Ini Malah Tertinggal Saat Transit di Singapura
Ewakobro, ”Rumah” Megah Pecinta Brompton Makassar
Paris-Roubaix 2025, Ring Pertarungan Termegah Pogi Vs Van der Poel
Cavendish Menang, Van der Poel Bawa Maglia Rosa ke Italia
Misi "Unfinished Business" Simon Yates di Giro d'Italia
Cukur Bulu Kaki Anda (dan Mengapa Itu Bermanfaat)