Pasangan cyclist nasional, Trihadi Siswanto dan Arfiana Khairunnisa, akan segera bertolak ke Australia. Tujuannya ialah untuk mengikuti salah satu event UCI Gravel World Series, Gravelista, yang digelar pada Minggu, 26 Oktober 2025. 

Kehadiran keduanya ke Negeri Kangguru tak hanya untuk beraksi di atas pedal sepedanya, tapi juga untuk berburu tiket Kejuaraan Dunia Gravel UCI 2026. Seperti diketahui, Gravelista menjadi 'pintu gerbang' pertama kualifikasi menuju event puncak tersebut.  

Yang lolos adalah pembalap-pembalap yang finish di 25 persen terdepan di setiap kategori yang dipertandingan. Persentase itu dihitung berdasarkan jumlah peserta di setiap kelompok umur, bukan berdasarkan jumlah pembalap yang menyelesaikan lomba.

Selain itu, tiga pembalap pertama dari setiap kategori usia akan otomatis lolos ke Kejuaraan Dunia, terlepas jumlah pembalap di kelompok usia tersebut. Aturan ini digunakan untuk kategori balapan yang memiliki jumlah peserta sedikit. Trihadi sendiri akan bertanding di kategori Men 35-39. Sedangkan, Arfiana di kelas Women 35-39. 

"Target saya 10 besar karena kategori saya ada 40 peserta. Kalau Fian--sapaan Arfiana-- harus tiga besar karena pesertanya sedikit," kata Trihadi. 

Pria yang sering disapa Hadi Tombro ini mengaku telah mempelajari rute yang akan dilintasi di ajang Gravelista 2025. Segmennya hampir 90 persen berpasir dengan kerikil kecil. Hal ini membuat Trihadi ingin nge-gas sedari awal.

Cyclist 35 tahun ini punya kepercayaan diri tinggi usai meraih dua kali podiun di event Gravel non-UCI sebelumnya. Yakni tiga besar di event Gravelton 2024 Filipina dan runner up ATTCK Unrstrktd Gravel 2025 di Thailand.

"Strategi dari awal ingin bisa berada di posisi yang bagus. Main di 10 besar selama race. Syukur-syukur bisa podium," imbuh Tombro. 

Setelah Gravelista, Tombro dan Fian akan langsung terbang ke Thailand untuk mengikuti event World Series lainnya, Dustman 2025. Event ini digelar pada 1 November mendatang dan juga menjadi ajang kualifikasi untuk Kejuaraan Dunia Gravel UCI 2026 di Nannup, Australia. (Mainsepeda)

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 21: Enric Mas Juara, Johannessen Menang di Granada
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Isaac del Toro Juara GP Montreal 2026, Sinyal Kuat Jelang Kejuaraan Dunia
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Tour de Surakarta Digelar 10 Oktober 2026, Siap-Siap Nikmati Keindahan dan Kenyamanan Solo
Kamboja Menuju Produsen Sepeda Utama Dunia?