Tadej Pogacar benar-benar tidak terbendung. Seminggu setelah merebut gelar juara dunia di Kigali, Rwanda, bintang Slovenia itu kembali menunjukkan dominasinya di ajang European Continental Championships 2025 di Guilherand-Granges, Prancis, Minggu, 5 Oktober 2025. 

Kali ini, Pogacar menaklukkan lintasan menantang di wilayah Drome-Ardeche dengan cara yang spektakuler, melakukan solo breakaway sejauh 75 kilometer menuju garis finis. Aksi itu terbilang nekat, tapi berakhir heroik. Pogacar pun resmi menyandang gelar Juara Eropa! 

Seperti seminggu sebelumnya di Rwanda, tidak ada yang mampu menandingi kehebatan pembalap UAE Team Emirates-XRG itu. Ia menyerang setelah 127 km balapan berjalan, tepat di momen ketika grup utama mulai terkikis.

Remco Evenepoel yang mewakili tim Belgia berusaha memimpin pengejaran bersama grup kecil di belakang. Namun, jarak dengan Pogacar justru terus melebar. Pada akhirnya, Pogacar menuntaskan balapan dengan keunggulan 31 detik atas Evenepoel, yang kembali harus puas dengan medali perak setelah sebelumnya juga finis runner up di Rwanda. 

Sementara itu, kejutan datang dari Paul Seixas (Prancis) yang finis ketiga, tertinggal 3 menit 41 detik. Pembalap berusia 19 tahun itu meraih podium pertamanya di ajang besar, sebuah pencapaian luar biasa untuk karier mudanya. Di belakang mereka, Cristian Scaroni (Italia) menempati urutan keempat dengan selisih 4:04, dan Toms Skujins (Latvia) melengkapi lima besar dengan waktu 4:16 di belakang sang juara.

“Saya menemukan diri saya di depan dan mencoba menjaga jarak sekitar satu menit. Itu jarak yang nyaman, meski tidak terasa terlalu dominan. Remco mengejar dan saya tidak bisa menyerah sampai garis finis. Saya harus mendorong sekuat tenaga. Saya senang akhirnya selesai dan mendapat satu gelar lagi,” ujar Pogacar seusai balapan.

Ia juga mengungkapkan bahwa strategi tim Slovenia sudah disiapkan sejak awal untuk menghadapi tekanan dari tim Belgia.

“Kami tahu lomba akan menjadi paling berat di tanjakan ketiga. Saat itu Tim Belgia mulai menyerang dan kami kehilangan beberapa rekan. Domen (Novak) dan Matevz (Govekar) masih kuat menahan tempo. Tapi saat saya melihat ada empat atau lima pembalap Belgia dan saya sendirian, saya pikir lebih baik menyerang daripada menunggu diserang. Saya coba, dan berhasil,” tambahnya.

Dengan kemenangan ini, Pogacar kini menyandingkan dua gelar prestisius sekaligus — juara dunia dan juara Eropa dalam waktu hanya delapan hari. Catatan luar biasa yang semakin mengukuhkan statusnya sebagai pembalap paling dominan di dunia saat ini. Sebelumnya, Pogacar juga telah merebut trofi Tour de France 2025. (Mainsepeda) 

Results powered by FirstCycling.com

Populer

Lawan Arus Mudik Mesin, 57 Pesepeda Pulang Kampung Lebaran Bersepeda
Jersey Nggravel Blitar 2026: Memadukan Keindahan Rute dengan Estetika Seni Van Gogh
Kisah LeBron James dan Kecintaannya pada Sepeda
Paris Nice 2026: Hapus Penasaran, Jonas Vingegaard Rengkuh Gelar Perdana
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Isaac del Toro Segel Gelar Juara Umum Tirreno-Adriatico 2026
Tips Memperkuat Otot dengan Gym
Tirreno-Adriatico 2026-Etape 3: Tobias Lund Andresen Kalahkan Dominasi Sprinter Kelas Atas
Kediri Dholo KOM 2024: Kisah di Balik Simpang Lima Gumul
Nggravel Blitar 2026: Rekomendasi Hotel dan Moda Transportasi