Pembalap muda Nihayatuzzain Asshofi menciptakan kejutan usai sukses naik podium juara Women Elite Banyuwangi Bluefire Ijen KOM pada Sabtu, 27 September 2025. Cyclist yang seringkali disapa Niha itu awalnya kurang diperhitungkan untuk bersaing dengan dua cyclist yang lebih berpengalaman, yakni Maghfirotika Marenda dan Crismonita Dwi Putri. Terlebih Niha baru pulih, usia terjatuh saat mengikuti event Tour de Linggarjati dua pekan lalu. Mengakibatkan tulang rusuk kirinya bermasalah.

Kondisi itu membuat persiapan Niha sedikit banyak terganggu. Ia pun hanya bisa berlatih dengan bantuan bike trainer, Wahoo. Meskipun kondisinya tak ideal, cyclist asal Tulungagung itu malah tampil dominan saat menanjak ke puncak Paltuding, Ijen. 

"Ya berat, cuma tahan terus nanjaknya tidak berani maksa. Ini pertama kali saya naik Ijen. Tinggi berat dan tidak habis-habis tanjakannya," ungkapnya. 

Minimnya pengalaman di Ijen membuat Niha memilih menerapkan strategi yang lebih pasif. Tidak terlalu ambisius dan menahan diri di sepanjang rute. Hasilnya ia sanggup finish 1 jam 51 menit 47 detik, unggul telak dari Maghfirotika. Jarak waktu keduanya 2 menit 45 detik. Sedangkan, Crismonita harus puas di posisi ketiga. 

"Berusaha semaksimal mungkin terus disemangatin papa. Setelah Erek-erek terus tahan, dan akhirnya menangkap mbak Crismon. Terakhir Om Ria Ris bilang gap-nya 25 detik jadi semangat sampai akhir," imbuhnya. 

Di lain pihak, rentetan kemenangan Maghfirotika di Ijen akhirnya terputus. Sebelumnya cyclist asal Surabaya itu selalu juara Banyuwangi Bluefire Ijen KOM sejak digelar 2022 silam. 

"Alhamdulillah dikasih kesempatan podium, tapi tidak sesuai dengan harapan. Lawannya cukup kuat di luar dugaan semua," ujarnya. 

Terkait Niha, Maghfiro pun mengaku akan memasukkannya dalam list lawan beratnya. "Dia sudah mulai lebih kuat, mungkin dia meneliti senior-seniornya. Tentu ini bad news karena nambah saingan," kata Maghfirotika sembari bercanda. 

Sementara itu, Crismonita yang awalnya memimpin lomba harus puas finish di posisi ketiga. Ia mengakui jika salah strategi pada event kali ini. "4 Km terakhir kram karena terlalu ambisius," tuturnya. (Mainsepeda)

Populer

Lawan Arus Mudik Mesin, 57 Pesepeda Pulang Kampung Lebaran Bersepeda
Jersey Nggravel Blitar 2026: Memadukan Keindahan Rute dengan Estetika Seni Van Gogh
Kisah LeBron James dan Kecintaannya pada Sepeda
Paris Nice 2026: Hapus Penasaran, Jonas Vingegaard Rengkuh Gelar Perdana
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Isaac del Toro Segel Gelar Juara Umum Tirreno-Adriatico 2026
Nggravel Blitar 2026: Rekomendasi Hotel dan Moda Transportasi
Kediri Dholo KOM 2024: Kisah di Balik Simpang Lima Gumul
Tips Memperkuat Otot dengan Gym
Tirreno-Adriatico 2026-Etape 3: Tobias Lund Andresen Kalahkan Dominasi Sprinter Kelas Atas