Rute 1.507 Km dengan elevasi total 17.000 meter bukanlah satu-satunya kendala yang dihadapi para ultra-cyclist Bentang Jawa 2025. Tantangan terbesarnya ialah musim pancaroba, kondisi peralihan musim panas ke hujan. Situasi ini membuat cuaca terkadang tak menentu.  

Perubahaan cuaca dari panas terik ke kondisi hujan lembab begitu cepat. Menyebabkan tubuh sulit beradaptasi. Efeknya fisik langsung drop. Situasi itu cukup menyulitkan, bahkan sekelas Zidan Attala Nouval yang seorang atlet ultra-cycling pun dibuat bergeming. 

Zidan finish keempat Bentang Jawa 2025 dengan catatan waktu kurang dari 90 jam.

"Start itu badan memang sudah dingin, coba push tapi badan nolak. Terus mundur lagi. Hari kedua hujan badai langsung meriang itu, makanya hari kedua malamnya sudah tidak berani nerobos hujan," kata Zidan yang menjadi finisher keempat Bentang Jawa 2025 dengan catatan waktu kurang dari 90 jam. 

Tak hanya kondisi panas dan hujan, terpaan angin yang sangat kencang jadi kombo yang semakin memperparah kondisi banyak peserta. "Angin kencang sangat berat," ujar Sebastiano Frandino, ultra-cyclist asal Italia. 

Hal serupa juga dirasakan oleh Founder Mainsepeda, Azrul Ananda. "Hari pertama, hujan badai yang kena tengah-belakang. Hari kedua, panas dan head wind parah. Hari ketiga, hujan pagi sampai sore. Hari keempat, puanas...nas...nas," ujarnya. 

Cuaca panas terik menjadi 'kawan' di sepanjang perjalanan Azrul Ananda mengikuti Bentang Jawa 2025. 

Ekstremnya cuaca membuat 30 ultra-cyclist memutuskan DNF (Did Not Finish) hingga hari keempat penyelenggaraan Bentang Jawa 2025. Salah satunya ialah Mohammad Fazlur. Ia telah bersepeda sejauh 870 Km sebelum akhirnya memutuskan menyerah. 

"Terima kasih banyak yang dari semalam nelponin saya buat kasih tahu saya salah jalan. Terima kasih kepada panitia yang kasih opsi untuk tetap lanjut/gak lanjut dengan konsekuensi masing-masing. Race ini menyenangkan banget. But i think my decision to stop dan go home is the right answer. Cap96 sign off!", tulis Fazlur di akun media sosialnya. 

Sebelumnya, Fazlur mengeluhkan telapak kakinya sakit karena memakai kaos kaki yang basah dalam waktu lama. Hal ini terjadi karena seringnya ia terpapar hujan. Efek cuaca yang tidak menentu selama Bentang Jawa 2025. 

Di lain pihak, hingga pukul 17.00 WIB, masih terdapat puluhan cyclist yang belum masuk di lokasi Check Point (CP) 2 Blitar. Seperti diketahui, Cut Of Time (COT) untuk CP 2 adalah Kamis (14/8) pada pukul 23.59 WIB.(Mainsepeda)

Populer

Bromo KOM 2026: Catat Jadwal, Lokasi, dan Alur Pengambilan Race Pack
Berburu Momen Terbaik di Bromo KOM 2026? Tenang, Puluhan Fotografer Siap Rekam Aksi Peserta
Jersey Bromo KOM 2026: Perpaduan Seni Hatching dan Bahan untuk Performa Maksimal
Persaingan Women Elite Bromo KOM 2026: Maghfirotika Marenda Dapat Tantangan Nama-Nama Baru
Sudah Lama Bermimpi Ikut Bromo KOM, Peserta dari Garut Ini Datang Paling Awal Ambil RPC
Bromo KOM 2026: Dari Aspal Jalan Sampai Kebutuhan Medis Dibahas Serius
Jonas Vingegaard Yakin Tampil Lebih Kuat di Tour de France 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Bromo KOM 2026: KHCC Singapura Berbanyak Latihan Indoor, Depok Loops ke Cemoro Sewu
Vingegaard Juara Giro d'Italia 2026, Lengkapi Koleksi Tiga Gelar Grand Tour