Chapter2 Rilis Sepeda Climbing, Huru

| Penulis : 

Setelah Tere yang merupakan all rounder bike, Chapter2 memiliki varian aero bike yaitu Rere. Saat launching Chapter2 Rere di Surabaya pertengahan tahun 2018, Mike Pryde, founder Chapter2 sudah memberi wacana bahwa akan ada satu lagi varian dilaunching akhir tahun 2018.

Nah, awal November hadir varian terakhir itu yaitu lightweight bike (sepeda ringan). Dikhususkan sebagai climbing bike (sepeda untuk gowes menanjak). Namanya Chapter2 Huru. Ya, nama Huru sudah mewakili nuansa ringan karena ini adalah bahasa Maori yang artinya ringan dan terbang.

Chapter2 Huru limited edition warna hitam oranye hanya dibuat 500 unit.

Mike berfilosofi bahwa setiap cyclist pasti suka dengan turunan. Tetapi sebelum itu, harus “menderita” (suffering) dulu dengan tanjakan. Nah, Huru dibuat untuk bisa mengakomodasi dua kebutuhan itu, ringan dan efektif-efisien power transfer di tanjakan serta mantap di turunan.

Meminjam geometri dari Rere, seat tube Huru dibikin lebih miring 0,5 derajat membuat Huru lebih nyaman dan efektif untuk menanjak. Begitu pula Huru diklaim mantap di turunan serta tikungan. Mike juga memilih karbon Torayca T1000 sebagai bahan dasar agar kuat serta ringan.

“Bobot frame size medium adalah 789 gram untuk versi rim brake. Sedangkan versi disc brake 819 gram. Sedangkan bobot fork untuk versi rim brake adalah 379 gram. Beda 10 gram lebih berat untuk versi disc brake,” jelas Mike.

Huru tersedia dalam lima ukuran mulai XS, S, M, L, dan XL. Untuk warna, hanya ada dua pilihan. “Black on black untuk yang ingin tampil elegan. Dan hitam oranye yang merupakan edisi terbatas dibuat hanya 500 unit saja,” tutur Mike yang menambahkan bahwa Huru bisa menggunakan ban maksimal ukuran 28.

Chapter2 Huru warna black on black.

Untuk Indonesia, Firman Candra Perdana, General Manager PT. Bintang Timur, distributor Chapter2 di Indonesia mengatakan akan masuk di awal tahun 2019. “Kita hanya jual frameset dengan harga kisaran 43 jutaan rupiah untuk versi rim brake dan 45 jutaan rupiah untuk versi disc brake,” tutup pria jangkung ini. (mainsepeda)

 

Populer

In This Economy, Ternyata Ini Alasan Para Peserta Ketagihan Ikut Bromo KOM, Ada yang 12 Kali Ikut!
12 Tahun Bromo KOM, Tetap Melahirkan Debutan yang Penasaran Menaklukkan Wonokitri
Berburu Momen Terbaik di Bromo KOM 2026? Tenang, Puluhan Fotografer Siap Rekam Aksi Peserta
Terbang dari Australia Demi Bromo KOM, Sepeda Cyclist Ini Malah Tertinggal Saat Transit di Singapura
Ewakobro, ”Rumah” Megah Pecinta Brompton Makassar
Bromo KOM 2026: Catat Jadwal, Lokasi, dan Alur Pengambilan Race Pack
Lapierre Persiapkan Sepeda Baru untuk Groupama-FDJ
Bianchi Merilis Sprint, Road Bike dengan Harga Terjangkau
Trek MTB Terbaru, Softail atau Full Suspension?  
Cukur Bulu Kaki Anda (dan Mengapa Itu Bermanfaat)