Peter Sagan Mendadak Nge-Dance

| Penulis : 

Sprinter paling ikonik di balap sepeda modern, Peter Sagan, membuat kejutan baru. Namun, kejutan itu tak berkaitan dengan dunia sepeda yang membesarkan namanya. Melainkan, keputusannya 'banting setir' menjadi penari pasca memutuskan pensiun tahun lalu.

Sagan diketahui mendapatkan tawaran tak biasa dari salah satu televisi di Slovakia. Ia diminta untuk berpatisipasi dalam program acara bertajuk 'Let's Dance-Markiza'.

Mantan pembalap 35 tahun ini pun menghabiskan hari-hari pensiunnya dengan berlatih menari. Ia berlatih dengan partner penari profesionalnya, Eliska Lencesova.

"Ketika saya menerima tawaran untuk menjadi bagian dari acara menari itu, reaksi pertama saya tentu berkata tidak. Itu karena saya tidak pernah menari dan tidak membayangkan itu sebelumnya," ungkap Sagan. 

Baca Juga: Pogi Buka Kans Beraksi di Paris-Roubaix

Akan tetapi, usaha Sagan belum terbayar lunas. Ia gagal tampil apik dan hanya mengisi posisi ketujuh usai mereka membawakan tarian yang mengikuti irama Elvis Presley pada episode pembuka, Minggu, 2 Maret 2025. 

Kompetitor Sagan berasal dari berbagai kalangan figur publik di Slovakia. Mulai dari aktor, model, dan juara Paralimpiade, Simon Jakus. 

"Ketika saya datang untuk menari. Saya tidak punya ekspektasi. Saya hanya tertarik dengan pengalaman baru, berencana untuk menikmatinya, dan menampilkannya di acara besar," imbuhnya. 

Seperti diketahui, Sagan adalah sprinter terbaik yang pernah tercatat di balap sepeda modern. Ia merupakan juara dunia road race untuk tiga tahun beruntun, pada 2015-2017. Ia juga pengoleksi kaos hijau atau juara klasemen Points di Tour de France sebanyak tujuh kali. 

Baca Juga: Vingegaard Lebih Kuat di Time Trial dengan Crank Pendek 

Akan tetapi, masalah kesehatan membuat Sagan harus 'gantung sepeda' pada Juli 2024. Setelah sebelumnya ia juga menyatakan pensiun dari balapan road bike pada akhir 2023 silam. 

Sagan didiagnosa mengalamai masalah pada jantungnya. Jantungnya diketahui berdetak di luar batas normal, lebih dari 100 kali per detik atau disebut Anomalous Tachycardia. Ia sempat menjalani beberapa kali bedah medis untuk mengatasi masalah tersebut. Namun, dampaknya ia disarankan untuk tidak beraktivitas dengan intensitas tinggi kembali. (Mainsepeda)

Photo by letsdance.markiza

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 21: Enric Mas Juara, Johannessen Menang di Granada
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Isaac del Toro Juara GP Montreal 2026, Sinyal Kuat Jelang Kejuaraan Dunia
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
Tour de Surakarta Digelar 10 Oktober 2026, Siap-Siap Nikmati Keindahan dan Kenyamanan Solo
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Kamboja Menuju Produsen Sepeda Utama Dunia?
Kesalahan Cyclist Pemula: Duduk Mengangkang, Celana Dalam, atau...