Di sela-sela kesibukannya sebagai Sekretaris Kabinet (Seskab) Republik Indonesia, Pramono Anung merupakan seorang goweser handal. Bahkan, videonya yang sedang memacu sepedanya di jalan arteri di Jakarta sempat viral. Tak tanggung-tanggung, kecepatan kayuhan sepedanya bisa mencapai 45,2 km per jam. 

Pramono merupakan penghobi sepeda sejak lama, yakni 20 tahunan. Tak jarang, dia juga melahap rute tanjakan. Biasanya, dia nanjak sebulan dua kali ke Km 0, Sentul.

Belakangan, cyclist 61 tahun ini memamerkan aksinya saat menanjak ke Selopanggung, Kediri. "Hari ini latihan sebelum event Kediri Dholo KOM, latihan sampai Selopanggung," tulis Pramono di akun media sosialnya. 

Pramono Anung memamerkan latihannya jelang mengikuti Kediri Dholo KOM. 

Dihubungi terpisah, Pramono memastikan diri akan turun di ajang signature event Mainsepeda Kediri Dholo KOM yang akan digelar 14 Juli 2024. Ia dengan tegas akan turun untuk menaklukan Kelok 9 dan tanjakan Gigi 1. 

"Saya ingin meramaikan, bukan hanya datang saja. Jauh-jauh dari Jakarta masak cuma kibarin bendera, seperti pejabat saja. Saya ingin ikut gowes," kata Pramono. 

Pramono mengaku siap untuk nuntun di Kelok 9. Dan, ia mengaku tak malu. Ia  menilai nuntun bukan aib, tapi strategi.

Baca Juga: Kediri Dholo KOM: Tips Taklukkan Tanjakan "Suffergenik"

"Tadi latihan sampai Selopanggung saya sanggup, mungkin di Kelok 9 saya nuntun. Tapi tidak apa-apa saya tidak malu," imbuhnya. 

Kediri Dholo KOM merupakan satu dari tiga seri event East Java Trilogy. Memasuki tahun keempat, Dholo KOM digelar setelah seri pertama trilogi, Antangin Bromo KOM X yang diadakan pada Mei lalu. 

Pramono berharap Kediri Dholo KOM bisa terus dilaksanakan. Sebab, event seperti ini dapat meningkatkan atensi publik pada Kediri dan sekitarnya. 

Aksi Pramono saat gowes bersama komunitas Kopidurian CC di jalanan kota Jakarta. 

Terlebih saat ini, Kediri memiliki bandara baru yang telah beroperasi sejak April lalu. Bandara Dhoho saat ini memiliki dua rute dengan intensitas jadwal penerbangan enam hari dalam sepekan. 

"Dholo KOM sangat membantu masyarakat untuk tahu tentang Kediri. Kebetulan Kediri sekarang punya bandara yang menjadi rantai ekonomi baru. Tentu akses saat ini lebih efisien ke Kediri dan sekitarnya,' sambungnya. 

Kediri Dholo KOM 2024 menawarkan sensasi baru. Tak hanya soal tanjakan Kelok 9 dan Gigi 1 yang punya gradiens 26 persen, tapi para peserta Kediri Dholo KOM akan diberikan kesempatan untuk mengunjungi Bandara Dhoho, Kediri. Di sana, mereka dapat berfoto dan menikmati bandara milik swasta pertama di Indonesia. (Mainsepeda)

Populer

Lawan Arus Mudik Mesin, 57 Pesepeda Pulang Kampung Lebaran Bersepeda
Jersey Nggravel Blitar 2026: Memadukan Keindahan Rute dengan Estetika Seni Van Gogh
Kisah LeBron James dan Kecintaannya pada Sepeda
Paris Nice 2026: Hapus Penasaran, Jonas Vingegaard Rengkuh Gelar Perdana
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Isaac del Toro Segel Gelar Juara Umum Tirreno-Adriatico 2026
Kediri Dholo KOM 2024: Kisah di Balik Simpang Lima Gumul
Tips Memperkuat Otot dengan Gym
Nggravel Blitar 2026: Rekomendasi Hotel dan Moda Transportasi
Tirreno-Adriatico 2026-Etape 3: Tobias Lund Andresen Kalahkan Dominasi Sprinter Kelas Atas