Etape enam Tour de Suisse 2024 menjadi "pesta" bagi para pembalap UAE Team Emirates. Mereka tak hanya mendominasi podium kemenangan tapi juga klasemen umum alias general classification. Upaya attack sejumlah pembalap seolah sia-sia karena berhasil ditangkap tim tersebut di tanjakan akhir menuju finis. 

Etape enam yang digelar Jumat, 14 Juni, tidak berjalan normal. Balapan yang seharusnya start dari Locarno dimajukan ke Ulrichen karena ada masalah salju. Dari total rute sepanjang 151,1 km, dipotong hingga hanya 42,5 km. 

Panjang rute yang ditangguhkan mencapai 100 km lebih. Membuat balapan batal melintasi tanjakan-tanjakan penting dengan gradient ekstrem yang membuat pertarungan lebih panjang. Apalagi ini adalah queen stage alias etape penentuan. 

Rute baru pun menyisakan jalur flat, tempat para sprinter memburu intermediate sprint, untuk kemudian menghadapi tanjakan final pada 5 km sebelum finis di Blatten dengan elevation sekitar 1.400 m. Hasilnya, balapan pun berlangsung sangat cepat. Tak sampai sejam, hanya 55 menit.

BACA JUGA: Tour de Suisse 2024 Etape 5: Adam Yates Makin Kokoh di Puncak Klasemen GC

Para pembalap tampil eksplosif karena hampir tidak ada lagi strategi “hemat tenaga” yang biasanya dijalankan pada rute full. Meskipun demikian, di rute mini ini, strategi tim dan individual tetap menentukan. Dan UAE Team Emirates menunjukkan kematangan para pembalap mereka.

Saat sejumlah pembalap, antara lain Stefan Bissegger (EF Education-EasyPost) dan Anders Foldager (Team Jayco-AIUla), melancarkan attack, Team Emirates tak kunjung merespons. Mereka terus berada di peloton bahkan hingga gap tercipta 1 menit 10 detik pada 10 km sebelum finis. Baru pada 5,6 km sebelum garis akhir, mereka bereaksi dengan memimpin peloton menambah pace.

Team Emirates akhirnya menangkap para pembalap breakaway hingga salah seorang pembalap andalan sekaligus pemimpin klasemen, Adam Yates, dalam posisi terdepan menuju garis finis. Rekan setim Yates, Joao Almeida, mengikuti beberapa meter di belakangnya. Almeida bertahan di belakang Mattias Skjelmose (Lidl-Trek) untuk mengumpulkan tenaga sekaligus menunggu momen yang tepat untuk attack menuju finis. 

Strategi Joao Almeida (depan) mampu membuatnya mendahului seniornya di UAE Team Emirates sekaligus pemegang yellow jersey, Adam Yates, sekitar 500 meter sebelum finis. Foto: Cyclingnews

Hingga balapan tinggal 500 meter, pembalap Portugal itu mengerahkan kemampuannya dan mencapai garis finis lebih dulu di depan Yates. Meski akhirnya keluar sebagai penguasa etape enam, pembalap 25 tahun itu merayakan kemenangannya dengan Yates. Pembalap Inggris Raya itu adalah senior Almeida sekaligus pemegang yellow jersey. 

"Saya dan Yates sama-sama kuat. Jadi ini persaingan yang sangat bagus. Dia sudah attack di jarak yang sangat jauh dari finis. Saya cuma bertahan di belakang dengan sangat sempurna," katanya.

Hasil tersebut membuat dua pembalap UAE Team Emirates mendominasi kemenangan etape dan klasemen umum. Almeida menapak podium juara dengan keunggulan 4 detik dari Yates. Begitu juga di general classification. Yates di puncak klasemen sedangkan Almeida membuntutinya dengan selisih 27 detik. (Mainsepeda)

Populer

Lawan Arus Mudik Mesin, 57 Pesepeda Pulang Kampung Lebaran Bersepeda
Jersey Nggravel Blitar 2026: Memadukan Keindahan Rute dengan Estetika Seni Van Gogh
Kisah LeBron James dan Kecintaannya pada Sepeda
Paris Nice 2026: Hapus Penasaran, Jonas Vingegaard Rengkuh Gelar Perdana
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Isaac del Toro Segel Gelar Juara Umum Tirreno-Adriatico 2026
Kediri Dholo KOM 2024: Kisah di Balik Simpang Lima Gumul
Tips Memperkuat Otot dengan Gym
Nggravel Blitar 2026: Rekomendasi Hotel dan Moda Transportasi
Tirreno-Adriatico 2026-Etape 3: Tobias Lund Andresen Kalahkan Dominasi Sprinter Kelas Atas