Pemilik sementara maglia rosa atau jersey merah muda Tadej Pogacar harus mengakui kehebatan para sprinter dalam balapan etape ketiga Giro d'Italia pada Senin, 6 Mei 2024. Ia menyerah dalam adu akselerasi jelang garis akhir dan harus puas finis di posisi ke-46.

Harus diakui jalur dari Novara ke Fossano sepanjang 166 km bukan merupakan spesialisasi People's Champion, julukan Pogacar. Jalanannya didominasi jalur flat, sedangkan Pogacar merupakan seorang pembalap bertipe climber

Pogacar mengenakan jersey maglia rosa bersama rekan-rekan setimnya di UAE Team Emirates. 

Bukan berarti cyclist Slovenia ini tanpa perlawanan. Ia melakukan usaha breakaway saat balapan menyisakan 3 km, diikuti pula oleh rival utamanya Geraint Thomas (Ineos Grenadiers). Aksinya tersebut tampak berjalan mulus. Pogacar terlihat menjauh dari peloton bersama Thomas. 

Akan tetapi, petaka datang 500 meter jelang finis. Para sprinter memacu pedal sepedanya lebih kencang dan Pogacar terlihat sudah kewalahan karena lelah. Pada akhirnya Pogacar menyerah untuk mengejar finis terdepan. 

Setelah itu perebutan gelar kemenangan menjadi sangat sibuk. Tampak enam pembalap terdepan saling bertarung. Namun, gelar akhirnya menjadi milik pembalap Soudal Quick-Step, Tim Merlier. Pembalap Belgia ini memenangi balapan setelah unggul tipis dari Jonathan Milan (Lidl-Trek) dan Biniam Girmay (Intermarche-Wanty). 

Baca Juga: Giro d’Italia 2024, Etape 2: Taklukkan Tanjakan Santuario di Oropa, Pogacar Rebut Maglia Rosa

"Ini merupakan kemenangan tersulit yang saya rasakan sejauh ini. Jadi saya senang bisa meraihnya," kata Merlier. 

Merlier memang pembalap sprinter. Sebelumnya ia pernah meraih kemenangan di Giro d'Italia pada 2021 lalu dalam balapan bertipikal jalur flat. Kala itu, Merlier memenangi balapan etape 2 dengan rute Stupinigi menuju Novara sepanjang 179 km. Ia unggul dari dua pembalap tuan rumah, Giacomo Nizzolo (Team Qhubeka ASSOS) dan Elia Viviani (Cofidis). 

Suasana balapan di etape 3 Giro d'Italia. 

"Kami membuat keputusan yang baik untuk menjaga kecepatan pada bukit terakhir. Saya ingin melaju tapi saya harus menunggu lebih lama agar mendapatkan situasi yang bagus," imbuhnya. 

Meskipun gagal naik podium, Pogacar bisa sedikit bernapas lega karena jersey merah muda masih berhak ia pakai di balapan selanjutnya. Pogacar masih memimpin sementara general classification Giro d'Italia 2024. 

Baca Juga: Kolom Azrul Ananda: Misteri Tanjakan Bromo

Pemilik dua gelar juara Tour de France ini berjarak 46 detik dari pesaing terdekatnya Geraint Thomas. Sementara itu, posisi ketiga klasemen GC tak berubah dan masih menjadi milik Daniel Martinez dari tim Bora-Hansgrohe. 

Etape keempat bakal menjadi jalur yang tricky bagi Pogacar. Jika tak ingin kembali keok melawan para sprinter, Pogi harus mampu menciptakan jarak dalam pendakian puncak Colle del Melogno. Sehingga balapan bisa dia selesaikan sendiri atau hanya menjadi pertarungan mereka yang punya ketangguhan di tanjakan. Jika tidak, 50 km terakhir menuju garis finis yang cenderung flat akan membuat peloton regroup kembali, membuat duel sprint jelang finis tak terhindarkan. (Mainsepeda) 

Results powered by FirstCycling.com

 

Populer

Lawan Arus Mudik Mesin, 57 Pesepeda Pulang Kampung Lebaran Bersepeda
Jersey Nggravel Blitar 2026: Memadukan Keindahan Rute dengan Estetika Seni Van Gogh
Kisah LeBron James dan Kecintaannya pada Sepeda
Paris Nice 2026: Hapus Penasaran, Jonas Vingegaard Rengkuh Gelar Perdana
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Isaac del Toro Segel Gelar Juara Umum Tirreno-Adriatico 2026
Tips Memperkuat Otot dengan Gym
Tirreno-Adriatico 2026-Etape 3: Tobias Lund Andresen Kalahkan Dominasi Sprinter Kelas Atas
Nggravel Blitar 2026: Rekomendasi Hotel dan Moda Transportasi
Kediri Dholo KOM 2024: Kisah di Balik Simpang Lima Gumul