Etape pembuka ajang grand tour Giro d'Italia pada Sabtu, 4 Mei 2024, resmi menjadi milik pembalap Ineos Grenadiers, Jhonatan Narvaez. Cyclist asal Ekuador ini mengalahkan Maximilian Schachmann (Bora-Hansgrohe) dan favorit juara Tadej Pogacar (UAE Team Emirates) dalam adu sprint di depan garis finis. Narvaez unggul tipis dari kedua rivalnya tersebut. 

Tiga kilometer sebelum balapan berakhir, Pogacar melancarkan serangan kepada pembalap Alpecin-Deceuninck, Nicola Conci, dan berhasil memimpin balapan. Namun, laju peraih brace Tour de France ini dapat dibuntuti oleh Narvaez. Ia pun terus menempel akselerasi Pogacar hingga di kilometer terakhir. 

Momen sprint Narvaez jelang finis di etape 1 Giro. 

Adu kecepatan dalam perebutan podium terjadi 200 meter sebelum finis. Pogacar yang memimpin balapan terlihat sepersekian detik terlambat merespon serangan dua kompetitornya. Pogacar pun harus rela kehilangan posisi. Ia didahului oleh Narvaez dan Schachmann pada detik-detik terakhir balapan dan dipaksa mengisi podium terakhir. Pada akhirnya Narvaez yang keluar sebagai pemenangan balapan, sedangkan Schachmann finis sebagai runner-up.  

"Ini perasaan yang luar biasa. Mengikuti pembalap terbaik di dunia dalam mendaki sangatlah sulit jadi ini kemenangan yang spesial," kata pembalap 27 tahun tersebut. 

"Saya masih merasakan kesakitan. Sangatlah sulit mengikuti dia (Pogacar). Sepanjang 200 meter setelah balapan yang sulit. Saya melakukan sprint dan akhirnya menang," imbuhnya. 
 
Hasil ini menjadi kemenangan kedua bagi Narvaez di ajang Giro d'Italia. Sebelumnya ia finis terdepan pada etape 12 di ajang yang sama empat tahun lalu. Kemenangannya saat itu cukup ikonik karena ia melakukan breakaway 25 km sebelum finis. 

Narvaez memakai maglia rosa untuk pertama kali dalam karirnya.

Hal yang membedakan dengan kemenangan empat tahun lalu ialah kesempatannya memakai maglia rosa atau jersey pink di balapan etape selanjutnya. Narvaez untuk sementara memimpin klasemen general classification dengan keunggulan 3 detik dari Schachmann dan 6 detik dari Pogacar. 

Pogacar gagal meraih kemenangan di balapan debutnya pada Giro d'Italia. 

Kekalahan ini cukup menyakitkan bagi Pogi, sapaan Pogacar. Namun, pembalap Slovenia ini telah menunjukkan determinasi yang cukup baik pada balapan debutnya di Giro. 

Pogi yang mengakhiri balapan sebagai peringkat ketiga mengantongi bonus 4 detik. Hal ini membuatnya memiliki keunggulan 14 detik di klasemen GC dari rival utamanya, Geraint Thomas (Ineos Grenadiers). (Mainsepeda)

Results powered by FirstCycling.com

Populer

Tour de France 2026-Etape 16: Evenepoel Tercepat di ITT, Pogacar Pertahankan Jersey Kuning
Kolom Azrul Ananda: Misteri Tanjakan Bromo
Cyclist Favorit: Kisah Patricia Membelah Pulau Sulawesi
Pogacar Sedih Vingegaard Out dari Tour de France, Singgung Tes Anti-Doping
Tour de France 2026-Etape 15: Evenepoel Taklukkan Pogacar di Plateau de Solaison
Jonas Vingegaard Out dari Tour de France 2026 karena Patah Tulang Selangka
Sambut KAI Ngebel KOM 2026, Pemkot Madiun Siap Berikan Dukungan Lintas Sektor
HRV di Atas 200! Rahasia Kebugaran dan Recovery Supernya Mathieu van der Poel
Tour de France 2026-Etape 14: Pogacar Melesat, Vingegaard Tertinggal 4 Menit
Komunitas yang Merangkul Semua Klub Sepeda