Drama terjadi di babak akhir East Java Journey 2024 kategori 1.500 km. Handika sepertinya akan melaju mulus ke Surabaya, finis terdepan pagi ini (29/2). Namun, sial menimpanya di kawasan Bendungan Semantuk, penutup tasnya bermasalah, terbuka.

Akibatnya, isi tas Handika tercecer, termasuk tracker. Itu membuatnya wira-wiri mencari tracker di kawasan itu. Zidan Attala pun menyalip. Handika yang memimpin sejak check point (CP) 1 kini harus berjuang mengejar Zidan untuk menjadi yang terdepan.

Sampai pukul 08.16, tim Mainsepeda yang di lapangan melaporkan Handika ada di kilometer 1.229. Ia tertinggal lebih 100 km dari Zidan yang ada di kilometer 1.327.

”Kami mendapatkan laporan dari Handika bahwa tasnya terbuka dan isinya termasuk tracker jatuh sekitar pukul 03.50 pagi ini. Pada pukul 04.30 tim safety Mainsepeda tiba di lokasi yang diinfokan Handika, namun tidak bertemu yang bersangkutan. Tim baru bertemu Handika pada pukul 05.45,” jelas Doni Mahardika, penanggung jawab control room East Java Journey 2024.

Baca Juga: 1500 EJJ 2024 Update – Hour 64: Handika Targetkan Finis Besok Pagi, Zidan Terus Menempel

”Saya sempat wira-wiri kembali ke titik sebelumnya untuk mencari tracker, namun tidak ketemu. Cukup menguras tenaga juga, ini mau istirahat dulu baru lanjut,” kata Handika kepada tim Mainsepeda.

Setelah bertemu panitia, Handika lalu berdiskusi apakah bisa melanjutkan perlombaan tanpa tracker. Secara navigasi dia aman karena bike comp-nya tidak ada masalah. Namun, tanpa tracker pergerakannya tidak bisa dideteksi oleh publik maupun panitia. Akhirnya diputuskan Handika bisa melanjutkan lomba dengan dipantau tim safety Mainsepeda. Tujuannya untuk memastikan keamanan Handika, juga untuk memastikan berjalannya fairness.

Handika dan Zidan sebenarnya berbeda kelompok umur. Handika di kategori 40 up, sedangkan Zidan 39 under. Artinya, meski Zidan finis terdepan, Handika tetap menjadi juara di kategorinya. Pun demikian sebaliknya. Namun, dua cyclist hebat itu mau yang terdepan, no matter what. Kini mereka terus ngebut di sisa rute. (Mainsepeda)

 

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 21: Enric Mas Juara, Johannessen Menang di Granada
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Isaac del Toro Juara GP Montreal 2026, Sinyal Kuat Jelang Kejuaraan Dunia
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Tour de Surakarta Digelar 10 Oktober 2026, Siap-Siap Nikmati Keindahan dan Kenyamanan Solo
Kamboja Menuju Produsen Sepeda Utama Dunia?