Janu Joni saat melewati Simpang Lima Gumul (24/9)

Yanuar Dwi Cahyanto baru kali ini ikut Kediri Dholo KOM Challenge. Ia mendapatkan kesan yang dalam dari event penutup East Java Trilogy itu. Dari event sepeda, tenyata bisa muncul identitas satu kota atau daerah. Baginya setiap muncul kata Kediri, ia akan langsung ingat Tanjakan Kelok 9 dan Tanjakan Gigi 1.

Janu Joni, demikian Yanuar yang blogger itu akrab disapa, mempersiapkan diri dengan baik sebelum ikut Dholo KOM. Karena belum pernah ikut, rute ia pelajari. Sumber utamanya Podcast Mainbalap yang ada episode khususnya mengulas tentang rute, termasuk menghadapi tantangan Tanjakan Kelok 9 dan Tanjakan Gigi 1.

”Setelah melihat Youtube Mainsepeda, saya membayangkan ruas jalan di Kelok 9 lebar. Saya pun menyiapkan strategi untuk ambil sisi luar saat menikung, agar lebih ringan dapatnya,” kata Janu Joni. ”Nyatanya, seteleh melewati langsung, Kelok 9 tidak selebar yang saya bayangkan, jadinya lebih tricky. Harus cermat kapan harus ambil kiri luar, maupun kanan luar,” imbuhnya.

Janu Joni yang sebelumnya ikut Antangin Bromo KOM Challenge dan Banyuwangi Bluefire Ijen KOM Challenge, akhirnya melewati Kelok 9 dengan mulus. Meski berat ia tidak nuntun.

Ia menyebut Kelok 9 begitu unik. Apalagi, ternyata, Kelok 9 tercipta karena Pemkab Kediri memodifikasi tanjakan yang awalnya lurus, menjadi berkelok-kelok untuk mengurangi kemiringan. Agar warga lebih mudah melewati jalan di sana.

”Kalau langsungan gak dibikin kelok-kelok kan bahaya, ini saja curam sekali meski sudah dibikin kelok-kelok,” katanya.

Sukses melewati Kelok 9, tantangan lebih berat menanti, Tanjakan Gigi 1. Dengan gradient lebih dari 20 persen peserta harus pintar menyimpan energi untuk melewati dengan baik. Kalau tidak kuat, mending nuntun daripada terjatuh atau kram.

”Kelok 9 sulit, Gigi 1 tambah sulit. Mbejejeng (nanjak) banget,” katanya. ”Di Tanjakan Gigi 1 harus saving energy, tadi ada beberapa peserta di depan saya, yang kemudian jatuh karena tiba-tiba kakinya kram,” lanjut Janu Joni.

Kediri Dholo KOM dengan Tanjakan Kelok 9 dan Tanjakan Gigi 1 meninggalkan kesan yang mendalam bagi Janu Joni. Kelok 9 menurutnya adalah identitas baru Kediri bagi dirinya.

Janu Joni saat melewati Kelok 9 (24/9)

”Tanjakan Kelok 9 dan Gigi 1 sudah menjadi ikon baru bagi pesepeda, termasuk saya. Kalau ingat Kediri, ingat Kelok 9 dan Gigi 1. Sebaliknya pun demikian, ingat Kelok 9 dan Gigi 1, ingat Kediri,”  tutup Janu Joni. (*)

Populer

Tour de France 2026-Etape 16: Evenepoel Tercepat di ITT, Pogacar Pertahankan Jersey Kuning
Kolom Azrul Ananda: Misteri Tanjakan Bromo
Cyclist Favorit: Kisah Patricia Membelah Pulau Sulawesi
Pogacar Sedih Vingegaard Out dari Tour de France, Singgung Tes Anti-Doping
Slovenia, Negeri Balap Sepeda Tertua yang Terlupakan
Serius, Bottle Cage Ini Beratnya di Bawah 5 Gram
HRV di Atas 200! Rahasia Kebugaran dan Recovery Supernya Mathieu van der Poel
Brompton Luncurkan Empat Warna Baru untuk 2020
Daftar Transfer Terbaik 2026, Upaya Menandingi Kekuatan UAE Team Emirats-XRG 
“Pemanasan” 192 Kilometer hingga Situbondo