Alessandro De Marchi Menang, Persaingan GC Mendidih

| Penulis : 

 

Lagi-lagi, barisan breakaway mencuri kemenangan di Vuelta a Espana 2018. Kali ini pada Etape 11, 207,8 km dari Mombuey ke Ribeira Sacra, Rabu, 5 September. Kali ini, yang jadi pemenang adalah Alessandro De Marchi, spesialis breakaway dari Tim BMC.

Profil Etape 11 Vuelta a Espana 2018. 

Etape panjang ini rutenya terus naik-turun. Sejumlah pembalap terus mencoba attack, tapi peloton selalu mencoba menetralisir. Maklum, persaingan general classification (GC) memang “mendidih.” Sejumlah nama besar mencoba ikut melarikan diri, memberi ancaman bagi para unggulan lain.

Antara lain Michal Kwiatkowski, bintang Team Sky.

Michal Kwiatkowski (Team Sky) masih mengancam unggulan lain.

Pada akhirnya, kelompok besar mampu memisahkan diri. Dan di dalamnya ada unggulan pula, Thibaut Pinot (Groupama-FDJ). Kelompok ini lantas terus melaju hingga finis, bahkan Pinot sempat mencoba solo menuju finis.

Di penghujung etape, justru De Marchi yang mencuri kemenangan. Dia gigit jari menahan sakit, melejit menjauh dari para pesaing. Khususnya Jhonatan Restrepo (Katusha-Alpecin).

“Kalau saya menunggu adu sprint, saya pasti akan finis kedua. Satu-satunya opsi saya adalah untuk mengerahkan segalanya di tanjakan terakhir. Kaki saya tidak dalam kondisi terbaik, tapi yang penting kemauan di kepala,” tuturnya.

Alessandro De Marchi (BMC) mengerahkan tenaganya di tanjakan terakhir untuk meraih kemenangan di Etape 11 ini.

Bagi De Marchi, 32, ini adalah kemenangan keempat dalam karirnya sebagai profesional. Semua diraih lewat breakaway, tiga di antaranya di Vuelta a Espana. Terakhir dia menang pada 2015.

Pinot akhirnya hanya finis di urutan 10, hanya mampu mencuri 13 detik dari unggulan lain (yang tancap gas di bagian akhir etape). Meski demikian, dia tidak kecewa.

“Ini strategi yang baik. Mungkin bisa berhasil, mungkin tidak. Tapi saya ingin bersenang-senang dan membalap secara agresif,” ucapnya.

Simon Yates (Mitchelton-Scott) masih memimpin GC, hanya satu detik atas Alejandro Valverde dan 14 detik di depan Nairo Quintana (dua-duanya Movistar).

Etape 12, Kamis, 6 September, seharusnya berlangsung lebih datar. Tapi masih ada rute naik-turun yang akan kembali memberi peluang bagi breakaway sekaligus memanasi persaingan GC. (mainsepeda)

Hasil Etape 11 Vuelta a Espana 2018 (Topr Ten)

1. Alessandro De Marchi (Ita) BMC Racing Team 4:52:38

2. Jhonatan Restrepo (Col) Katusha-Alpecin 0:00:28

3. Franco Pellizotti (Ita) Bahrain-Merida 0:00:59

4. Nans Peters (Fra) AG2R La Mondiale 0:01:24

5. Dylan Teuns (Bel) BMC Racing Team 0:01:45

6. Tiesj Benoot (Bel) Lotto Soudal 0:01:46

7. Rafal Majka (Pol) Bora-Hansgrohe 0:01:46

8. Nicolas Roche (Irl) BMC Racing Team 0:01:48

9. Sergio Henao (Col) Team Sky 0:01:50

10. Thibaut Pinot (Fra) Groupama-FDJ 0:01:50

 

General classification usai 11 dari 21 Etape

1. Simon Yates (GBr) Mitchelton-Scott 45:57:40

2. Alejandro Valverde (Spa) Movistar Team 0:00:01

3. Nairo Quintana (Col) Movistar Team 0:00:14

4. Ion Izagirre (Spa) Bahrain-Merida 0:00:17

5. Tony Gallopin (Fra) AG2R La Mondiale 0:00:24

6. Emanuel Buchmann (Ger) Bora-Hansgrohe 0:00:24

7. Miguel Angel Lopez (Col) Astana Pro Team 0:00:27

8. Rigoberto Uran (Col) EF Education First-Drapac p/b Cannondale 0:00:32

9. Steven Kruijswijk (Ned) LottoNL-Jumbo 0:00:43

10. George Bennett (NZl) LottoNL-Jumbo 0:00:47

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 21: Enric Mas Juara, Johannessen Menang di Granada
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Isaac del Toro Juara GP Montreal 2026, Sinyal Kuat Jelang Kejuaraan Dunia
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Tour de Surakarta Digelar 10 Oktober 2026, Siap-Siap Nikmati Keindahan dan Kenyamanan Solo
Kamboja Menuju Produsen Sepeda Utama Dunia?