Cavendish ketika menyapa penggemarnya di Tou de France

Alexander Vinokourov, manajer tim Astana Qazaqstan, mengatakan kepada surat kabar Prancis, L’Equipe bahwa Astana Qazaqstan ingin Mark Cavendish menunda masa pensiunnya selama setahun. Agar sang legenda bisa kembali balapan di musim 2024.

Vinokourov mengatakan, semuanya ia serahkan kepada Cavendish untuk mengambil keputusan. Apakah mau bertarung memenangan etape ke-35 Tour de France pada 2024. Atau benar-benar pensiun.

“Ide ini memang masih belum kami bicarakan padanya secara langsung, namun tim siap memberikan penawaran untuk kemungkinan ini,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Cavendish harus keluar dari Tour de France 2023. Ia harus mengubur mimpinya menyalip rekor kemenangan etape Tour de France yang kini ditempati Eddie Merkcx dan Cavendish. Keduanya sama-sama mengantongi 34 kemenangan etape TdF. Tapi Cavendish mengalami kesialan. Ia terjatuh dan mengalami patah tulang selangka.

Baca Juga: Musim Terakhir Mark Cavendish di Tour de France Berakhir Menyedihkan

“Kami ingin Mark melanjutkan balapan di musim 2024 dan mengikuti Tour de France ke-15 untuk memenangkan etape ke-35. Saya sendiri pernah mengalami patah tulang paha pada musim 2011 di TdF, namun saya tidak ingin mengakhiri karir saya seperti itu,” ungkap Vinokourov.

Vinoukorov adalah mantan pembalap WorldTour. Tim terakhir yang ia bela adalah Astana Pro Team. Kini lebih dikenal dengan nama Astana Qazaqstan.

Mantan pembalap asal Kazakhstan itu sempat mengalami cedera di etape ke 9 Tour de France 2011. Kemudian ia menunda pensiunnya. Lalu berhasil menutup musim terakhirnya di dunia balap dengan berhasil memenangkan Olimpiade di London pada 2012.


Vinokourov ketika mendapatkan medali emas di olimpiade London 2012

Gagasan menunda pensiun Cavendish sebenarnya sudah muncul ketika ia menyelesaikan Giro d'Italia. Pembalap asal Britania Raya itu menandatangani kontak dengan Astana Qazaqstan pada awal musim ini. Sebelumnya banyak spekulasi mengenai di tim mana Cavendish akan berlabuh di musim 2023.

Musim ini Cavendish berhasil memenangkan etape terakhir Giro d’Italia di Roma. Ia hampir menjadi juara etape ke 7 Tour de France. Tapi ia harus mengakui keunggulan Jasper Philipsen, dan akhirnya hanya finis di posisi kedua.

Setelah menghabiskan malam di rumah sakit pasca kecelakaan, Cavendish kembali ke hotel tim. Ia mengucapkan selamat tinggal dan memberikan semangat kepada rekan satu timnya sebelum ia terbang pulang.(mainsepeda)

Results powered by FirstCycling.com

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 21: Enric Mas Juara, Johannessen Menang di Granada
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Isaac del Toro Juara GP Montreal 2026, Sinyal Kuat Jelang Kejuaraan Dunia
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Tour de Surakarta Digelar 10 Oktober 2026, Siap-Siap Nikmati Keindahan dan Kenyamanan Solo
Taklukkan Tour of Flanders 2026, Pogacar Jaga Asa Misi Monument Slam