Etape kedua Tour de France (TdF) 2023 diwarnai insiden ranjau paku payung. Tidak diketahui bagaimana paku payung banyak menyebar di sekitar kaki pendakian Jaizkibel. Yang pasti 15-20 pembalap menjadi korbannya. Beruntung hal itu tak menimbulkan celaka bagi mereka.

Etape kedua Tour de France 2023 menempuh jarak 208 km. Dari Victoria menuju San Sebastian. Nah di 20 km terakhir, komunikasi radio balapan mengumumkan sejumlah pembalap mengalami kerusakan ban. Mayoritas mengalami ban bocor.

Tim pun saling berebut melayani pembalap mereka. Maklum 20 km terakhir menuju tanjakan Jaizkibel itu merupakan momen penting di etape kedua.

Usai balapan, pembalap Perancis yang membela tim Intermarche-Circus-Wanty, Lilian Calmejane ngomel di media sosial. Ia membagikan video yang menunjukkan setidaknya ada lima paku payung nancap di roda depannya.

“Terima kasih atas tindakan bodoh ini. Manusia macam apa yang melakukan ini. Saya rasa bukan hanya saya yang menderita. Kejadian ini bisa membuat kami jatuh dan terluka,” katanya.

Dan memang bukan hanya Calmejane yang menjadi korban paku payung. Pembalap Ineos Grenadiers asal Inggris Tom Pidcock juga menjadi korbannya. Bannya terkena tusukan paku payung. Hal itu menyebabkan bocor halus.

Akhirnya Pidcock memilih melanjutkan perjalanan. Melaju sampai akhir dengan memperlambat kecepatannya. Ineos Grenadiers menggunakan ban tubeless dan sealant yang membantu memperlambat efek dari tusukan paku.

"Saya mengalami tusukan dan menyebabkan bocor halus. Saya bisa merasakannya saat turun dari Jaizkibel. Ban sempat terasa oleng di tikungan," kata Pidcock seperti dikutip dari Cyclingnews.

Head of Performance Jayco Alula Matt White menyebut insiden paku payung menimbulkan masalah signifikan di peloton. Pembalap Jayco-Alula, Luke Durbridge juga menjadi korban paku payung. Dua paku menusuk di roda depan sepedanya.

“Seseorang sepertinya menyebar paku payung di jalan. Kami melihat sendiri para pembalap menjadi korban. Ada yang harus mengganti ban, ada juga yang memaksakan jalan karena bannya bocor halus,” ujar White. Ia mengaku beruntung para pembalapnya tidak celaka. Termasuk Simon Yates bisa menghindari kejadian itu.

Hal yang sama juga diderita pemenang etape kedua, Victor Lafay. Beruntung pembalap Cofidis itu tidak terpengaruh dan bisa menyelesaikan perlombaan hingga finis terdepan.

Penyelenggara balapan ASO mengaku tahu kejadian itu tapi belum memiliki informasi lebih lanjut terkait asal-usul paku payung tersebut.(mainsepeda)

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 21: Enric Mas Juara, Johannessen Menang di Granada
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Isaac del Toro Juara GP Montreal 2026, Sinyal Kuat Jelang Kejuaraan Dunia
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Tour de Surakarta Digelar 10 Oktober 2026, Siap-Siap Nikmati Keindahan dan Kenyamanan Solo
Taklukkan Tour of Flanders 2026, Pogacar Jaga Asa Misi Monument Slam