Albert Warouw dan Andreas Tantono saat menaiki kapal yang membawa peserta ke Pulau Lombok.

Perjuangan para peserta Three Islands Journey ingin menuntaskan seluruh rangkaian etape begitu luar biasa. Mereka yang dipastikan tidak finis di etape pertama, tetap ingin berjuang bisa gowes ke Sirkuit Mandalika. Selain Dimas Utomo, ada juga kisah Albert Warouw.

Cyclist 69 tahun asal Bekasi itu memutuskan tak bisa finis etape 1. Albert tak bisa menyelesaikan etape 1 Surabaya-Banyuwangi akibat mengalami kecelakaan di kilometer 269. Sebenarnya tak jauh dari check point 2 di Hotel Manyar, Banyuwangi.

Albert mengalami kecelakaan ketika lewat rute Taman Nasional Baluran. Saat itu ia memasuki Baluran ketika keadaan mulai petang. Kronologisnya, Albert menghindari truk besar yang datang dari kedua sisi, kemudian ia menghindar ke bahu jalan dan terjatuh di trotoar.

“Mungkin karena saya juga dalam kondisi kelelahan dan kurang beruntung, jadi akhirnya saya jatuh,” cerita Albert.

Ia memutuskan tidak melanjutkan perjalanan. Memilih menginap di hotel daerah Watudodol, Banyuwangi. Albert ditemani Andreas Tantono cyclist asal Medan yang juga memutuskan tidak finis dan menginap di Watudodol.

Beruntung Albert masih dalam kondisi baik-baik saja. Ia hanya mengeluhkan paha kanan dan pergelangan tangannya bengkak akibat benturan. Ternyata kecelakaan yang dialami Albert salah satunya adalah karena faktor kelelahan dan kurang tidur.

Lima hari sebelum event Three Islands Journey, Albert juga masih mengikuti event di Pulau Madura. Pada H-1 sebelum Three Islands Journey, ia baru beristirahat pukul dua dini hari.

Beberapa faktor tadi yang membuat Albert tidak menunjukkan performa seperti biasanya. Sebab sebenarnya Albert sudah sering gowes ultra. Bahkan ia pernah mengikuti event ultra cycling dengan jarak 2.400 km.

Sebenarnya Albert berencana melanjutkan gowesnya setelah mendengar dari panitia jika COT (cut off time) ditiadakan untuk Gilimanuk karena ada kendala teknis. Namun karena ketika pagi hari Albert masih merasakan sakit akibat kecelakaan yang ia alami di Baluran, akhirnya ia memutuskan DNF.

Baca Juga: Mental Baja! DNF, Dimas Utomo Tetap Lanjutkan Gowes di Three Islands Journey

Keinginan untuk bisa gowes di dalam Sirkuit Mandalika, Lombok, membuat Albert memutuskan tetap berangkat menuju Lombok. Ia berangkat dari Banyuwangi dengan naik bus ke Denpasar. Dari Denpasar ia berganti menyewa transportasi online.

Kebetulannya, pada pukul 18.00 WIB, ia sudah sampai Pelabuhan Padang Bai. Tanpa direncanakan ia bisa berangkat bersama rombongan peserta Three Islands Journey. Suasana di dek kapal pun seketika heboh.

"Wah panitia Mainsepeda ini keren memang. Tanggap. Ketika saya hilang dari race map dan sudah DNF tetap saja dicari. Itu ada namanya panitia Roky. Ia cari saya sampai ketemu. Hebat dia," kata Albert. Roky yang dimaksud Albert tak lain Roky Maqbal, person in charge (PIC) medis.

Layanan prima dari tim Mainsepeda itu juga yang membuat Albert merasa nyaman dan makin mantap melanjutkan perjalanan ke Lombok.

Ia mengaku sudah beberapa kali gowes ke Bali dan Lombok. Bahkan pernah juga gowes ke Mandalika, tapi hanya bisa berfoto-foto di luar sirkuit.  

“Saya sudah dua kali gowes ke Mandalika, tapi belum pernah masuk ke dalam sirkuit. Ini jadi mimpi saya untuk gowes di sana,” cerita cyclist yang mengidolakan Koh Hay itu.(mainsepeda)

 

Populer

Lawan Arus Mudik Mesin, 57 Pesepeda Pulang Kampung Lebaran Bersepeda
Jersey Nggravel Blitar 2026: Memadukan Keindahan Rute dengan Estetika Seni Van Gogh
Kisah LeBron James dan Kecintaannya pada Sepeda
Paris Nice 2026: Hapus Penasaran, Jonas Vingegaard Rengkuh Gelar Perdana
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Isaac del Toro Segel Gelar Juara Umum Tirreno-Adriatico 2026
Nggravel Blitar 2026: Rekomendasi Hotel dan Moda Transportasi
Tirreno-Adriatico 2026-Etape 3: Tobias Lund Andresen Kalahkan Dominasi Sprinter Kelas Atas
Kediri Dholo KOM 2024: Kisah di Balik Simpang Lima Gumul
Tips Memperkuat Otot dengan Gym