Cyclist yang ingin tampil lebih mewah sekarang punya opsi grupset baru. Campagnolo, produsen legendaris Italia, telah merilis Super Record Wireless terbaru. Menggunakan format 2x dan 12-speed, grupset ini tidak lagi kompatibel dengan pendahulunya.

Sesuai namanya, grupset ini benar-benar wireless. Ala SRAM AXS. Baterai koin terpasang di shifter kanan dan kiri, lalu front dan rear derailleur masing-masing memiliki baterai sendiri. Untuk menghindari paten SRAM, desain baterai depan dan belakang dibuat berbeda. Tapi keunggulannya, baterai itu bisa di-charge tanpa harus dilepas dari sepeda.

Formasi girnya pun dibuat khas. Semakin membedakan format 12-speed antara Shimano, SRAM, dan Campagnolo.

Pada Super Record Wireless, ada tiga pilihan ukuran chainset depan. Ukuran 50-34, 48-32, atau 45-29. Kenapa ukuran itu? Karena tiga pilihan sproketnya adalah 10-25, 10-27, dan 10-29. Jadi, kalau mau rasio 1 banding 1, harus menggunakan kombinasi depan 45-29 dan belakang 10-29.

Menurut Campy --julukan akrab Campagnolo-- kelak akan ada opsi chainset lebih besar untuk kebutuhan para pembalap profesional. Dan karena kapasitas RD-nya bisa untuk gir 32, bisa jadi kelak akan ada pilihan gir 10-32. Siapa tahu demikian.

Grupset ini juga menandai akhir dari ciri khas thumbshifter Campy. Selama ini, produsen ini dikenal dengan tombol jempol untuk memilih gir lebih berat. Sekarang, tombolnya ada di belakang tuas rem semua, tak jauh beda dengan Shimano. Kabarnya, paten untuk thumbshifter itu telah berakhir, dan Campy memilih jalur berbeda (yang terus terang lebih mainstream).

Banyak memakai bahan karbon, bobot grupset ini untuk konfigurasi teringan diklaim 2.520 gram (dengan kombinasi 45-29 dan 11-25). Soal harga, tak perlu diragukan lagi levelnya. Harga resminya di kisaran USD 5.400. Itu berarti dengan mudah di atas Rp 75 juta!

Bagi cyclist yang mengutamakan gengsi, silakan dilirik. Ini ada opsi yang bisa membantu Anda membuat orang lain iri! (mainsepeda)

Jangan lupa tonton Podcast Mainsepeda episode 133

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 21: Enric Mas Juara, Johannessen Menang di Granada
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Isaac del Toro Juara GP Montreal 2026, Sinyal Kuat Jelang Kejuaraan Dunia
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
Tour de Surakarta Digelar 10 Oktober 2026, Siap-Siap Nikmati Keindahan dan Kenyamanan Solo
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Kamboja Menuju Produsen Sepeda Utama Dunia?