Sejak 2020, Induk organisasi olahraga sepeda dunia atau Union Cycliste Internationale (UCI) menggelar kejuaraan dunia esports balap sepeda. Plaftorm bersepeda virtual -yang booming selama pandemi- Zwift selama ini ditunjuk sebagai penyelenggaranya.

Nah, dominasi Zwift di ajang balap sepeda esports sepertinya bakal berkurang. Ini seiring UCI yang membuka tender lisensi penyelenggaraan kejuaraan dunia balap sepeda esports. 

Sebagaimana diketahui, beberapa tahun belakangan muncul banyak pesaing Zwift. Ada Wahoo-RGT, MyWhoosh, Rouvy, dan brand komersial lainnya. UCI ingin memberi kesempatan itu pada platform lainnya.

UCI dalam penawaran lelangnya hanya menyebut perusahaan yang ingin mendapatkan lisensi penyelenggaraan kejuaraan balap sepeda esports harus kuat secara finansial dan sumber dayanya. Lisensi yang ditawarkan adalah penyelenggaraan kejuaraan dunia balap sepeda esports untuk edisi 2024, 2025, dan 2026.

Dengan adanya lelang itu, bisa jadi lisensi itu nanti berpindah tangan. Dari Zwift ke brand lainnya.

Dikutip dari Cyclingweekly, pihak Zwift menolak mengomentari hal ini. "Kami tidak dapat mengomentari proses tender yang sedang berlangsung. Tapi kami tetap bangga dengan kerja sama kami yang telah berlangsung lama dengan UCI. Keterlibatan kami dengan UCI telah mengarah pada penciptaan disiplin baru di cycling esports," kata perwakilan Zwift, Andrew Bernstein.

Zwift sendiri selama ini punya tiga lisensi menggelar kejuaraan balap sepeda, yakni Kejuaraan Dunia Esports UCI, Virtual Tour de France, dan Olympic Esports Series.

"Zwift sebagai platform esports bersepeda terkemuka dengan bangga menyediakan tempat yang kompetitif di dunia virtual. Dunia imersif untuk Zwifters yang tertarik dengan balap sepeda. Baik mereka yang menantang diri mereka sendiri dalam balap komunitas, atau bersaing mendapatkan tempat di Kejuaraan Dunia," kata Bernstein.  

Terdekat, Zwift dan UCI akan menjadi tuan rumah acara balap sepeda untuk Olympic Esports Series 2023. Kejuaraan ini diselenggarakan oleh IOC. Ada 16 pesepeda esports elite yang terlibat (delapan pria, delapan wanita. Mereka akan berkompetisi di final, yang berlangsung di Singapura, 22-25 Juni 2023.

Balap sepeda esports sendiri sedang berjuang bisa menjadi nomor yang dipertandingkan dan bisa meraih medali di Olimpiade 2028.(mainsepeda)

Saksikan Podcast Mainsepeda Episode 132

Populer

Tour de France 2026-Etape 16: Evenepoel Tercepat di ITT, Pogacar Pertahankan Jersey Kuning
Kolom Azrul Ananda: Misteri Tanjakan Bromo
Cyclist Favorit: Kisah Patricia Membelah Pulau Sulawesi
Pogacar Sedih Vingegaard Out dari Tour de France, Singgung Tes Anti-Doping
Pulang dari Jerman, Ethan Batara Jatuh Cinta Event Sepeda Indonesia
Buat Ngebel KOM 2026, PT KAI Siapkan Kereta Khusus dan Layanan Bagasi Sepeda
Febrianta Heru Ngeloop 1.500 Km di PIK 2 Loop Selama 102 Jam
Rayakan Kemenangan Pogacar, Colnago Rilis V3Rs Capsule Collection
Pinarello Dogma F, Senjata Anyar Ineos Grenadiers
Brompton Luncurkan Empat Warna Baru untuk 2020