SIKSAAN tanjakan di segmen Pacitan-Trenggalek membuat para peserta East Java Journey 2023 termehek-mehek. Terlebih para peserta kategori 600 Km. Total peserta yang dinyatakan DNF hingga pukul 09.00 ada 17 orang. Dari jumlah itu ada 8 cyclist DNF dan tak mampu melanjutkan menuju check point (CP) 2 di Trenggalek. Ada juga yang over COT di check point (CP) 2, 6 cyclist.

Rute Pacitan-Trenggalek memang "menu utama" di East Java Journey 2023. Dari Pacitan, peserta harus berkali-kali menanjak hingga ke Trenggalek. Melewati Pantai Soge yang memiliki panorama indah. Sejak keluar dari Pacitan, peserta disambut tanjakan dengan kemiringan mencapai 20 persen.

Setelah Pantai Soge, hanya ada jalan datar beberapa kilometer. Setelah itu benar-benar "never ending climb." Dari Pacitan ke Trenggalek ini total menanjaknya bisa tembus 2.900 meter sendiri. Tanjakan tertinggi ada yang sampai 800 meter. Kondisi tersebut ditambah dengan cuaca terik yang dirasakan para peserta. Tak sedikit cyclist yang harus berhenti sejenak untuk berteduh.

Cyclist peserta 600 Km tentu banyak yang merasakan perihnya segmen ini. Bahkan para “utraman” yang mengikuti 1.200 Km juga tak sedikit yang mengeluh sulitnya menaklukkan tanjakan ini. Sekelas atlet profesional seperti M. Ridwan dan Woro Fitriyanto yang menjadi peserta 1.200 Km pun mengakuinya.

Woro sepakat tanjakan di Pacitan-Trenggalek memang paling berat. Meskipun ia sudah memutuskan melintasi rute itu pada malam hari agar bisa menghindari cuaca terik. “Saya mbatin, kok tanjakan gak entek-entek sopo sing gawe rute iki. Opo tahu nyoba,” kelakar pria asal Batang Jawa Tengah itu.

Dari data pukul 07.45, sebanyak 8 cyclist kategori 600 Km sudah finis di Surabaya. Sementara ada 30 cyclist yang sudah sampai di check point 3 di Kediri. Mereka ini harusnya jika tidak ada kendala berarti bisa finis bahagia. Tinggal satu tantangan bagi mereka yang sudah sampai CP 3. Yakni segmen tanjakan di Wonosalam.

Sementara itu, update dari peserta East Java Journey 1.200 Km, sebanyak 36 peserta berhasil lolos cut of time. Cyclist terakhir yang masuk finis adalah legenda Surabaya Koh Hay yang mengikuti pair bersama Octavian Trisna Wijaya. Ia finis Sabtu 18 Maret 2023 pukul 22.47 WIB. Itu berarti tersisa waktu 19 jam 13 menit sebelum COT yang ditentukan, yakni Minggu 19 Maret 2023 pukul 18.00 WIB.(mainsepeda)

Populer

Lawan Arus Mudik Mesin, 57 Pesepeda Pulang Kampung Lebaran Bersepeda
Jersey Nggravel Blitar 2026: Memadukan Keindahan Rute dengan Estetika Seni Van Gogh
Kisah LeBron James dan Kecintaannya pada Sepeda
Paris Nice 2026: Hapus Penasaran, Jonas Vingegaard Rengkuh Gelar Perdana
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Isaac del Toro Segel Gelar Juara Umum Tirreno-Adriatico 2026
Nggravel Blitar 2026: Rekomendasi Hotel dan Moda Transportasi
Tips Memperkuat Otot dengan Gym
Tirreno-Adriatico 2026-Etape 3: Tobias Lund Andresen Kalahkan Dominasi Sprinter Kelas Atas
Kediri Dholo KOM 2024: Kisah di Balik Simpang Lima Gumul