Anggota BRCC foto bareng di halaman Kantor Bupati Banyuwangi pada Minggu (12/3)

BRCC merilis jersey terbarunya pada Minggu (13/3) lalu. Jersey anyar komunitas asal Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim) tersebut masih didominasi oleh biru. Kali ini mereka menambahkan aksen kuning hingga tampak lebih cerah sekaligus mencolok ketika digunakan saat gowes.

Founder sekaligus Ketua BRCC Guntur Priambodo mengatakan, sebelum memutuskan kombinasi warna biru-kuning ini, ada beberapa opsi desain yang diserahkan kepada para anggota. Anggota akhirnya bersepakat untuk memilih motif tersebut. "Semangatnya agar kekompakan bisa terjalin lagi," ungkap Guntur.

Acara launching jersey buatan SUB itu diikuti 100 cyclist. Mereka juga melakukan gowes berkeliling Banyuwangi sejauh 20 km dengan titik start dan finis di Pemkab Banyuwangi. Meski jarak tidak terlalu jauh, tapi acara berlangsung guyub dan seru. Apalagi ada berbagai makanan khas Banyuwangi yang disajikan untuk peserta.

Dalam acara ini, Guntur juga berharap BRCC bisa menjadi rumah besar bagi para pecinta sepeda di Banyuwangi. Ia berharap BRCC bisa menyatukan seluruh cyclist di kota di ujung timur Pulau Jawa tersebut. Baik yang berada di Rogojampi, Muncar, hingga Genteng.

"Sebenarnya launching kemarin masih belum seheboh tahun-tahun sebelumnya. Sebab, ada anggota kami yang ikut event di Pasuruan. Juga yang sedang berada di luar kota," ungkap Guntur.

Ketua BRCC Guntur Priambodo (dua dari kiri) bersama CEO SUB Jersey Bagus Ramadhani (kanan)

Guntur sangat senang karena sejumlah cyclist senior BRCC turut hadir dalam acara launching tersebut. Seperti Koh Chin Fung, Mbah Bambang, dan Pak Edi Sasmita. Ke depan, acara gowes bareng akan digalakkan setiap bulan. "Cari rute yang flat dan ringan. Sehingga semua bisa ikut," ujarnya.

Guntur mengaku memang tidak selalu bisa menemani para anggota setiap akhir pekan karena waktu yang terbatas. "Dalam sekali latihan saya harus mengeluarkan lebih banyak effort. Latihan saya di atas 100 km. Kadang tidak bisa diikuti anggota. Kebanyakan gowes happy semua. Di situ mau agendakan latihan bersama sebulan sekali yang ikut rame flat 60 km tapi kompak."

Adanya jersey edisi 2023 ini juga menjadi semangat baru bagi BRCC. Berawal dari komunitas, BRCC juga terjun di nomor balap dalam berbagai event. Mereka menargetkan untuk bisa menjuarai East Java Trilogy tahun ini. Mereka tidak ingin kalah dengan klub lain yang sudah memiliki nama besar.

"Dari komunitas itu kan bisa masuk dalam semua kategori. Target utama ya memenangkan Trilogi, termasuk saya, Eko Setiawan, dan Abah Asril Kurniadi. Kalau event dari UCI kan belum ada kepastian. Yang pasti kami sedang menyiapkan diri agar merajai di event-event di Trilogi Jatim," tegasnya. (mainsepeda)

Podcast Mainsepeda Bareng AZA x Johnny Ray Episode 127

Foto: SUB Jersey, Ramada Kusuma

Populer

Tour de France 2026-Etape 16: Evenepoel Tercepat di ITT, Pogacar Pertahankan Jersey Kuning
Kolom Azrul Ananda: Misteri Tanjakan Bromo
Cyclist Favorit: Kisah Patricia Membelah Pulau Sulawesi
Pogacar Sedih Vingegaard Out dari Tour de France, Singgung Tes Anti-Doping
Tour de France 2026-Etape 15: Evenepoel Taklukkan Pogacar di Plateau de Solaison
Jonas Vingegaard Out dari Tour de France 2026 karena Patah Tulang Selangka
Sambut KAI Ngebel KOM 2026, Pemkot Madiun Siap Berikan Dukungan Lintas Sektor
HRV di Atas 200! Rahasia Kebugaran dan Recovery Supernya Mathieu van der Poel
Tour de France 2026-Etape 14: Pogacar Melesat, Vingegaard Tertinggal 4 Menit
Komunitas yang Merangkul Semua Klub Sepeda