Kediri Dholo KOM Challenge 2022 menjadi puncak Trilogi Jawa Timur (Jatim). Perlombaan king of mountain (KOM) dan queen of mountain (QOM) yang melewati Kelok 9 dan Gigi 1 ini, dipastikan akan membuat event penutup trilogi ini heboh. Jelang start besok pagi, ratusan peserta, dibikin dag dig dug dengan kemiringan tanjakan yang mendekati 30 persen.

Peserta asal Malang dr. Sadi Hariono menyebut Kediri Dholo KOM Challenge 2022 merupakan lomba penutup yang mantap. "Menurut saya, di antara Trilogi Jatim, paling seru adalah Kediri Dholo KOM. Karena ini memakan waktu dua hari. Lalu ada tanjakan Kelok 9 dan Gigi 1 yang tidak ada tandingannya," katanya.

Ini akan menjadi pengalaman kedua dr. Sadi. Sebelumnya, Direktur RS Prima Husada ini sudah ambil bagian di Kediri Dholo KOM Challenge 2021. Ia mengakui event ini memiliki tanjakan yang bikin perih. Berdasarkan pengalamannya tahun lalu, ada banyak yang kram, bahkan jatuh, di Kelok 9 dan Gigi 1.

"Gigi 1 adalah ujian. Karena di sana ada banyak fotografer. Sehingga harga diri kita dipertaruhkan. Kalau di situ kita nuntun, maka seluruh Indonesia akan mengetahuinya. Inilah tempat untuk mengadu ketangkasan. Sekaligus yang membuat saya tertarik untuk ikut kembali," ungkap cyclist asal Malang itu.

Cyclist asal Balikpapan, dr. Santoso Yuwono juga mengamini pernyataan dr. Sadi. Kebetulan dr. Santoso juga turut berpartisipasi di Kediri Dholo KOM Challenge 2021. Ia paham betul bagaimana perihnya siksaan di tanjakan Kelok 9 dan Gigi 1.

"Gigi 1 memang menakutkan. Waktu ikut Kediri Dholo KOM tahun lalu, banyak yang menuntun. Tanjakan Gigi 1 memang paling susah. Gradiennya sampai 26 persen," akunya.

Tanjakan Kelok 9 dan Gigi 1 memang ngeri-ngeri sedap. Akan tetapi, di sisi lain justru bikin penasaran dan tantangan. Termasuk bagi mereka yang kali pertama berpartisipasi di Kediri Dholo KOM Challenge. Christy Verina adalah salah satunya.

"Kata orang-orang, Kelok 9 dan Gigi 1 ini adalah ujian. Tapi hal itu membuat saya tertantang. Saya sudah mempelajari rutenya. Saya juga melihat pembahasannya di YouTube Mainsepeda. Targetnya adalah saya bisa finis," bilang cyclist asal Jember itu.

Mengikuti Kediri Dholo KOM Challenge 2022 juga menjadi pengalaman baru untuk dr. Chairunnisa Rahman. Dokter bedah mulut asal Jakarta ini mengaku ketagihan mengikuti Trilogi Jatim. Dia sudah berpartisipasi sejak Bromo KOM Challenge 2022. Kemudian Banyuwangi Bluefire Ijen KOM Challenge 2022.

"Mengikuti event Mainsepeda itu membuat saya merinding. Karena peserta benar-benar safety. Berasa ikut event di luar negeri," akunya.

Tidak tanggung-tangung, dr. Chairunnisa mengaku sudah berkonsultasi dengan Ferry Silviana Feronica. Istri Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar tersebut merupakan pemenang kategori Women 31-40 di Kediri Dholo KOM Challenge 2022.

"Kata Bu Fey, siap-siap pedas di paha," ujarnya lantas terbahak. "Harapan saya bisa finis under COT dan finis tidak pakai nuntun," harap dr. Chairunnisa.

Kediri Dholo KOM Challenge 2022 dipersembahkan oleh Mainsepeda.com. Didukung penuh Counterpain, Kojima, Azawear.com, MPM Honda Jatim, dan Strive sebagai official partners. Serta AA SoS, Wdnsdy Bike, Semen Indonesia Group (SIG), Avelio Cycling Shoes, SUB Jersey, Johnny Ray Cycling, Disway.id National Network, Polda Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Kediri, Pemerintah Kota Kediri, dan Pemerintah Kota Surabaya sebagai supporting partners. (mainsepeda)

Podcast Mainsepeda Bareng AZA x Johnny Ray Episode 118

 

Populer

Lawan Arus Mudik Mesin, 57 Pesepeda Pulang Kampung Lebaran Bersepeda
Jersey Nggravel Blitar 2026: Memadukan Keindahan Rute dengan Estetika Seni Van Gogh
Kisah LeBron James dan Kecintaannya pada Sepeda
Paris Nice 2026: Hapus Penasaran, Jonas Vingegaard Rengkuh Gelar Perdana
Isaac del Toro Segel Gelar Juara Umum Tirreno-Adriatico 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Nggravel Blitar 2026: Rekomendasi Hotel dan Moda Transportasi
Tips Memperkuat Otot dengan Gym
Kediri Dholo KOM 2024: Kisah di Balik Simpang Lima Gumul
Tirreno-Adriatico 2026-Etape 3: Tobias Lund Andresen Kalahkan Dominasi Sprinter Kelas Atas