Jangan buru-buru meninggalkan Banyuwangi selepas menyelesaikan Banyuwangi Bluefire Ijen KOM Challenge 2022 pada 24 September nanti. Sebab penyelenggara bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi telah mempersiapkan recovery ride pada 25 September.

Recovery ride selepas Banyuwangi Bluefire Ijen KOM Challenge 2022, akan mengajak cyclist gowes sekaligus berwisata ke Kampung Jajanan di Desa Adat Osing di Kemiren. Kemiren sangat kental dengan budaya Suku Osing, salah satu suku asli di Banyuwangi. Mereka mempertahankan budaya lokal. Salah satunya melalui makanan tradisional.

Kepala Bagian (Kabag) Umum Pemkab Banyuwangi Sandi Dian Ervani mengatakan, sejak delapan tahun silam Desa Adat Osing memang rutin mengadakan berbagai festival yang menarik minat para wisatawan. Salah satunya ialah Kampung Jajanan. Ada berbagai macam makanan daerah yang wajib dicoba.

"Recovery ride ke Desa Adat Osing di Kemiren ini sangat cocok. Setelah gowes nanjak di Banyuwangi Bluefire Ijen KOM Challenge 2022, cyclist bisa kuliner di situ. Ada berbagai macam kue-kue dan makanan tradisional yang disajikan. Bagi penggemar, kopi Osing juga wajib Anda coba," kata Sandi.

Kampung Jajanan di Desa Adat Osing di Kemiren mulai bergeliat lagi setelah pandemi Covid-19

Member BRCC Banyuwangi ini menjelaskan, Kampung Jajanan rutin diadakan setiap Minggu pagi. Lokasinya berada di sebuah gang di Kemiren. Setiap warga menggelar lapak di depan rumah masing-masing. Mereka berjualan mulai pukul 06.00 hingga pukul 10.00.

"Antusias wisatawan ke sana sangat bagus. Sebab masyarakat sudah terbentuk dengan jajanan khasnya. Mulai dari mengolah makanan dan memasak makanan yang sifatnya cepat. Kemudian mereka berjualan di depan rumah masing-masing,” kata cyclist 44 tahun itu.

Meski dibilang cukup ramai, Sandi tidak membantah jika Desa Adat Osing ini juga terkena dampak pandemi dalam dua tahun terakhir. Seiring berjalannya waktu, dengan digencarkannya vaksinasi oleh Pemkab Banyuwangi, kini mereka mulai bangkit kembali.

"Masyarakat kita mulai bangkit dan Kampung Jajanan mulai ramai lagi. Mulai awal tahun lalu sudah banyak sekali yang datang ke sana," tutur Sandi.

Kepala Bagian Umum Pemkab Banyuwangi, Sandi Dian Ervani

Sandi sangat antusias dengan adanya Banyuwangi Bluefire Ijen KOM Challenge 2022 ini. Event ini tidak sekadar olahraga, tetapi juga memacu sport tourism yang memiliki efek besar bagi masyarakat Banyuwangi. Apalagi kota di ujung timur Pulau Jawa itu sedang bersiap meroket lagi selepas pandemi.

"Yang didapat bukan hanya faktor kesenangan saja. Tapi multiefek ke masyarakat. Pengunjung yang banyak bisa menambah ke terisinya hunian, hotel, dan rumah penduduk. Wisatawan juga jajan di kuliner lokal. Sehingga bisa meningkatkan pariwisata," bilangnya. (mainsepeda)

Podcast Main Sepeda Bareng AZA x Johnny Ray Episode 106

Foto: Ramada Kusuma, Humas Pemkab Banyuwangi

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 21: Enric Mas Juara, Johannessen Menang di Granada
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Isaac del Toro Juara GP Montreal 2026, Sinyal Kuat Jelang Kejuaraan Dunia
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Tour de Surakarta Digelar 10 Oktober 2026, Siap-Siap Nikmati Keindahan dan Kenyamanan Solo
Kamboja Menuju Produsen Sepeda Utama Dunia?