Enric Mas menatap musim 2022 dengan penuh percaya diri. Anggota tim Movistar itu dijadwalkan tampil di Tour de France dan La Vuelta a Espana. Tak ingin sekadar berpartisipasi, rider asal Spanyol itu membidik prestasi tertinggi di kedua Grand Tour tersebut.

Sejak kali pertama tampil di Grand Tour pada 2017 lalu, Mas selalu finis di sepuluh besar General Classification (GC) dalam dua musim terakhir. Ia finis kelima di Tour de France 2020 dan keenam pada musim lalu. Kemudian nangkring di posisi lima di La Vuelta 2020. Lalu menjadi runner-up musim lalu.

Hasil di dua musim terakhir membuat Mas percaya diri menyongsong Tour de France dan La Vuelta musim ini. Ia mengincar prestasi tertinggi di kedua balapan akbar itu. "Saya akan bekerja sekeras mungkin dan kemudian bekerja lebih keras lagi. Mudah-mudahan saya akan berada di podium tertinggi," katanya dilansir Cyclingnews.

Tentu saja tidak mudah untuk mewujudkan target itu. Sebab Mas harus mengalahkan Tadej Pogacar (UAE Team Emirates) yang mendominasi Tour de France dalam dua musim terakhir. Serta Primoz Roglic, juara tiga musim beruntun La Vuelta.

Meski berat, Mas masih yakin dapat mewujudkan ambisinya itu. "Usia saya sudah 27 tahun, jadi sudah waktunya untuk pergi sendiri. Jangan lupa bahwa (Alejandro) Valverde akan bersama saya di La Vuelta," terangnya. (mainsepeda)

Foto: Movistar

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 21: Enric Mas Juara, Johannessen Menang di Granada
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Isaac del Toro Juara GP Montreal 2026, Sinyal Kuat Jelang Kejuaraan Dunia
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Tour de Surakarta Digelar 10 Oktober 2026, Siap-Siap Nikmati Keindahan dan Kenyamanan Solo
Kamboja Menuju Produsen Sepeda Utama Dunia?