Selamat ulang tahun, Velo Girls Indonesia. Komunitas pesepeda perempuan yang sering menggelar charity dan kegiatan sosial ini genap berusia sebelas tahun. Pada perayaan hari jadinya tahun ini, mereka melangsungkan bakti sosial di Sekolah Luar Biasa LombokCare.

Komunitas ini dibentuk oleh tiga cyclist, yaitu Widi Bruno, Tenne, dan Mitus pada 2010 silam. Mereka mencintai rute-rute off-road. Sejak awal tujuan mereka tak sekadar gowes belaka. Tapi diselingi dengan aktivitas berbakti untuk alam dan beragam kegiatan sosial.

"Pada saat itu cewek jarang naik sepeda. Sebab ada ketakutan sendiri. Lambat laun kami mulai nyaman dengan rute off-road. Kemudian kami berpikir bagaimana kegiatan gowes ini berguna di masyarakat. Akhirnya kami sering bikin bakti sosial," cerita Widi, founder Velo Girls Indonesia.

Pada tahun pertama komunitas ini dibentuk, mereka menggelar bakti sosial di sebuah desa terpencil di Kuta Mandalika. Kawasan yang tidak bisa dijangkau oleh mobil pada saat itu. Di sana mereka menggelar aksi bersih-bersih sampah. Serta mengedukasi warga setempat untuk membuang sampah pada tempatnya.

Setelah itu Velo Girls Indonesia selalu mengemas kegiatan gowes mereka dengan aktivitas sosial dan peduli lingkungan. Kegiatan ini tergelar konsisten selama lebih dari satu dekade. Eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjadi salah satu figur yang menginspirasi mereka.

"Setahun lalu kami bersepeda dengan Bu Susi. Beliau menginspirasi kami agar selain membantu orang juga peduli dengan lingkungan. Akhirnya kami berkonsentrasi ke sana juga dan sering berkolaborasi dengan Lombok Ocean Care," kisah istri Francesco Bruno tersebut.

Velo Girls Indonesia baru saja merayakan hari jadi kesebelas pada Minggu (29/11) kemarin. Kali ini mereka bikin bakti sosial di Sekolah Luar Biasa LombokCare. Widi menceritakan bahwa LombokCare memiliki visi yang sama dengan komunitasnya.

Selain itu, LombokCare dipilih karena lokasinya memang mudah dijangkau member Velo Girls Indonesia. Terutama yang berada di Lombok. Pasalnya, banyak member baru yang bergabung dengan komunitas ini. Kebanyakan di antaranya adalah pemula.

"Pemberian donasi kali ini tidak terpikirkan sebelumnya. Awalnya kami lebih ke membersihkan sampah. Tetapi karena tempat yang dituju di luar jangkauan kami, mengingat banyak pemula, akhirnya kami memilih menggelar baksos di LombokCare," bilang Widi.

Selama sebelas tahun berdiri, jumlah anggota Velo Girls Indonesia telah berkembang pesat hingga sekitar 145 cyclist. Tersebar di berbagai kota di Indonesia. Seperti Lombok, Jakarta, Surabaya, Makassar, Bandung, dan kota lainnya. Ada pula anggota yang kini berada di luar negeri.

"Kami berkolaborasi dan berdonasi supaya menginspirasi teman-teman lainnya. Bahwa kita bersepeda tak hanya untuk gaya-gayaan. Itulah sebabnya kami mengusung semangat stronger together, dengan sepeda apa pun," terang Widi. (mainsepeda)

Podcast Main Sepeda Bareng AZA x Johnny Ray Episode 66

Foto: Dokumentasi Velo Girls Indonesia

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 21: Enric Mas Juara, Johannessen Menang di Granada
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Isaac del Toro Juara GP Montreal 2026, Sinyal Kuat Jelang Kejuaraan Dunia
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Tour de Surakarta Digelar 10 Oktober 2026, Siap-Siap Nikmati Keindahan dan Kenyamanan Solo
Taklukkan Tour of Flanders 2026, Pogacar Jaga Asa Misi Monument Slam