Cavendish Bertahan saat Para Sprinter Bertumbangan

| Penulis : 

Mark Cavendish (Deceuninck-QuickStep) menangis di garis finis Etape 9 di Tignes, Minggu (4/7). Ia seperti tak menyangka bisa mengatasi tahapan berat itu. Serta melanjutkan kiprahnya di Tour de France 2021. Cavendish patut bersyukur. Pasalnya, lebih dari setengah lusin sprinter gagal finis di tahapan ini.

"Ini adalah satu etape yang saya takuti. Saya emosional karena berhasil mengatasinya. Saya senang lantaran masih ada di balapan ini. Tetapi bagian terburuknya adalah ada banyak etape seperti ini di kemudian hari," kata Cavendish di garis finis.

Etape 9 memang sangat berat bagi para sprinter. Panggung ini berisi lima tanjakan. Salah satunya, yakni Col du Pré yang termasuk Hors Categorie (HC). Finisnya di Montée de Tignes. Ini merupakan tanjakan sejauh 20,8 kilometer dengan gradien rata-rata 5,6 persen. Etape ini makin berat dengan hujan deras dari start hingga finis.

Cavendish finis di posisi ke-160 dari 165 nama yang masih bertahan. Terpaut 35 menit 49 detik dari pemenang Etape 9, Ben O'Connor (AG2R Citroën). Cavendish berjarak kurang dari dua menit dari time limit yang ditetapkan untuk Etape 9, yakni 37 menit 20 detik.

Victor Campenaerts (Qhubeka NextHash), Jelle Wallays (Cofidis), Amund Grondahl Jansen (Team BikeExchange), dan Greg Van Avermaet (AG2R Citroën) juga nyaris angkat kaki. Keempatnya finis 37 menit 15 detik di belakang O'Connor. Atau berselisih lima detik dari time limit.

Sementara itu, peraih maglia ciclamino Giro d'Italia 2020 Arnaud Démare (Groupama-FDJ) tak akan start di Etape 10 nanti. Sprinter asal Prancis tersebut finis melampaui batas waktu yang ditentukan.
Démare tidak sendirian. Nasib serupa menimpa sprinter lainnya seperti Anthony Delaplace (Arkéa Samsic), Bryan Coquard (B&B Hotels p/b KTM), Nic Dlamini (Qhubeka NextHash), Jacopo Guarnieri (Groupama-FDJ), dan Loic Vliegen (Intermarché-Wanty-Gobert Matériaux). Juga time trialist Stefan de Bod (Astana-Premier Tech).

Ketika balapan masih berlangsung, dua sprinter, yakni Tim Merlier (Alpecin-Fenix) dan Jasper De Buyst (Lotto Soudal) juga memutuskan out dari ajang balap sepeda terbesar di dunia ini. Hal yang sama juga dilakukan climber tim AG2R Citroën, Nans Peters. (mainsepeda)

Podcast Main Sepeda Bareng AZA x Johnny Ray Episode 48

Audionya bisa didengarkan di sini

Foto: Getty Images

Populer

Dulu Cuma Jadi Dotwatcher, Kini Hafizh Anugrah Siap Taklukkan EJJ 1.500 Km
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Kesalahan Cyclist Pemula: Duduk Mengangkang, Celana Dalam, atau...
Pompa Ban Anda sesuai Berat Badan
Bentang Jawa Lunas
Bintaro Loop: Trek Menantang dan Fasilitas Lengkap
Ini Dia Hasil Resmi Bentang Jawa 2025
Superhuman! Wout van Aert Hanya Butuh 10 Hari untuk Berlatih Kembali Pasca Operasi Engkel 
Cervelo P5x Lamborghini, Hanya Ada 25 Biji
20 Cyclist Kupang Ramaikan Bromo KOM 2026