Menang untuk Kelangsungan Tim Musim Depan

| Penulis : 

Tujuh bulan lalu tim ini kehilangan sponsor utama. Sekarang tim yang bernama Qhubeka Assos itu berhasil meraih tiga kemenangan di Giro d'Italia 2021. Ketiga kemenangan di Giro ini diharapkan bisa menggaet sponsor untuk kelanjutan tim ini di masa depan.

Setelah sponsor utama mundur, mereka berhasil selamat setelah Qhubeka dan Assos sudi menjadi sponsor utama. Kemudian manajemen tim ini bergerilya dan berhasik mendapatkan 17 pembalap baru.

Salah satu dari pembalap anyar, yakni Mauro Schmid, berhasil memenangkan Etape 11 Giro 2021. Victory pembalap asal Swiss yang masih berusia 21 tahun ini mengawali dominasi Qhubeka Assos di pekan kedua Giro musim ini.

Dua hari setelahnya, Giacomo Nizzolo sukses naik podium di Etape 13. Lalu giliran Victor Campenaerts yang memberi kemenangan untuk Qhubeka Assos lewat aksi hebatnya di Etape 15.

"Kami ingin mengubah dunia dengan sepeda. Tapi kami juga membutuhkan sponsor untuk tetap hidup, sebab kami belum memiliki sponsor untuk musim depan. Saya pikir kami memberi eksposur yang bagus dengan tiga kemenangan di Giro d'Italia. Tim mana yang bisa melakukan ini?" seru Campenaerts

Time trialist asal Belgia ini menceritakan, Oktober 2020 adalah periode yang sulit untuk timnya. Masa depan tim tak jelas setelah sponsor utama pergi. Para pembalap pun makin ragu apakah mereka akan tetap di WorldTour.

Ketika sponsor baru akhirnya datang, seluruh tim ini kompak untuk berbuat maksimal pada musim 2021. Mereka seakan memberi bukti bahwa Qhubeka Assos masih layak di panggung utama.

Perubahan ini juga dirasakan Campenaerts. Lima kali gagal memenangkan balapan time trial di Giro membuatnya mengubah orientasi. Ia sedikit mengurangi konsentrasinya di time trial.

Utamanya setelah Belgia menunjuk Wout van Aert dan Remco Evenepoel untuk tampil di balapan time trial di Olimpiade Tokyo nanti. Ia mengubah rasa kecewa menjadi semangat untuk keluar dari zona naman.

Pilihan itu mengubah dirinya menjadi pembalap yang lebih agresif musim ini. Kerja kerasnya berbuah hasil yang memuaskan. Campenaerts akhirnya mendapatkan kemenangan pertamanya di Giro. Mengakhiri penantiannya selama lima musim.

"Sekarang saya tidak fokus pada time trial. Anda mendapatkan apa yang pantas Anda dapatkan. Saya tidak pantas mendapatkan hasil yang bagus dengan sepeda time trial saat ini," bilang rider 29 tahun itu. (mainsepeda)

Foto: Twitter Qhubeka Assos

Populer

12 Tahun Bromo KOM, Tetap Melahirkan Debutan yang Penasaran Menaklukkan Wonokitri
Berburu Momen Terbaik di Bromo KOM 2026? Tenang, Puluhan Fotografer Siap Rekam Aksi Peserta
Ewakobro, ”Rumah” Megah Pecinta Brompton Makassar
In This Economy, Ternyata Ini Alasan Para Peserta Ketagihan Ikut Bromo KOM, Ada yang 12 Kali Ikut!
Bromo KOM 2026: Catat Jadwal, Lokasi, dan Alur Pengambilan Race Pack
CEO Strava Michael Horvath Mengundurkan Diri
Cukur Bulu Kaki Anda (dan Mengapa Itu Bermanfaat)
Bianchi Merilis Sprint, Road Bike dengan Harga Terjangkau
Giro d'Italia 2026-Etape 7: Jonas Vingegaard Tampil Superior di Blockhaus
Ada Campagnolo Super Record 12-Speed EPS di Tour Down Under