Pandemi Covid-19 merebak mulai Maret 2020 silam. Banyak hal terdampak. Salah satunya kegiatan olahraga. Meski beberapa kegiatan dibatasi, ada banyak masyarakat yang mulai bersepeda.

Salah satu pengurus Lollipop Cycling Ricky Prawira menuturkan, kegiatan komunitasnya memang lebih terbatas selama pandemi. Mereka juga harus menerapkan riding protocols Lollipop Cycling. Salah satunya dilarang gowes ketika kondisi sedang tidak fit.

Hikmahnya, member Lollipop Cycling justru bertambah. "Sejak awal komunitas memang khusus buat para penghuni (Lippo Village) kan. Memang banyak yang suka gowes sejak pandemi tapi tidak serta merta bisa join. Tetap kami filter," tuturnya.

Karena anggota makin banyak, mereka membentuk Lollipop Women Cycling. Menurut keterangan Ricky, saat ini anggotanya ada 30 orang. Lollipop Women ini terbentuk sejak Juni tahun lalu.

BACA JUGA: Bertetangga dan Bersepeda Ala Lollipop Cycling

"Lollipop Women ini bisa dibilang murni dibentuk dalam masa pandemi. Dulu sebelum pandemi ada beberapa cyclist perempuan yang aktif. Cuma dibawah lima orang dan itu gabung sama yang cowok," ungkap Ricky.

Nah, sejak pandemi banyak yang mulai berolahraga sepeda. "Sebagai wadah mereka, kami fasilitasi. Setelah terbentuk, antusiasnya lumayan tinggi," imbuhnya.

Karena masih dalam kondisi pandemi, beberapa kegiatan pun disesuaikan. Selain rencana touring ke Pulau Bali, Lollipop Cycling ingin menjelajahi daerah Jawa Tengah dan Jogjakarta. Hanya saja mereka masih mematangkan wacana itu.

"Kalau untuk rencana jangka panjangnya mau touring ke luar Pulau Jawa selain Bali. Kalau situasi sudah bagus, mungkin ke Manado atau Ambon. Mudah-mudahan keadaan bisa segera membaik," harap Ricky. (mainsepeda)

Podcast Main Sepeda Bareng AZA x Johnny Ray Episode 40

Audionya bisa didengarkan di sini

Foto: Dokumentasi Lollipop Cycling

Populer

Berburu Momen Terbaik di Bromo KOM 2026? Tenang, Puluhan Fotografer Siap Rekam Aksi Peserta
12 Tahun Bromo KOM, Tetap Melahirkan Debutan yang Penasaran Menaklukkan Wonokitri
In This Economy, Ternyata Ini Alasan Para Peserta Ketagihan Ikut Bromo KOM, Ada yang 12 Kali Ikut!
Cukur Bulu Kaki Anda (dan Mengapa Itu Bermanfaat)
Terbang dari Australia Demi Bromo KOM, Sepeda Cyclist Ini Malah Tertinggal Saat Transit di Singapura
Trek Domane SLR Baru Bisa Pakai Ban 38 Mm
Paris-Roubaix 2025, Ring Pertarungan Termegah Pogi Vs Van der Poel
Hiyaaaaa, Sudah Muncul Pinarello Dogma F12
Sepeda Eddy Merckx "Hidup" Lagi
Kuat Berkat Indoor Training