Suplemen itu Perlu, tapi Jangan Sembarangan Pilih

| Penulis : 

Bersepeda itu olahraga jahat. Kalau kendur sedikit, performa bisa langsung turun. Agar prima dan kompetitif, cyclist acap kali mengonsumsi suplemen. Ada berbagai macam suplemen di pasaran. Masalahnya, banyak di antaranya yang justru memberi dampak buruk ke tubuh di masa depan.

Makin bertambah usia membuat tantangan untuk menjaga performa makin bertambah. Proses recovery pun makin berat dan performance juga sulit digapai. Akhirnya, penurunan itu tidak dapat dihindari. Biasanya dimulai setelah usia 40 tahun. Belakangan, usia 30an juga mengeluhkan problem serupa.

"Sebagai cyclist, kita harus sadar bahwa makin bertambah usia membuat performa makin turun. Jadi kita harus bisa mengukur performa serta harus mengetahui batas kekuatan. Intinya kita harus tahu tubuh sendiri," bilang Mulyo Rahardjo, cyclist sekaligus CEO Deltomed Laboratories.

CEO Deltomed Laboratories Mulyo Rahardjo (kiri) saat mengikuti Herbana Bromo KOM Challenge 2020

Ada berbagai cara untuk menjaga performa. Pertama adalah mengatur pola makanan. Baik jumlahnya maupun kualitasnya. Kedua adalah tidur yang cukup. Faktor berikutnya adalah olahraga yang teratur serta konsumsi suplemen yang pas.

"Banyak tenaga yang dibuang saat gowes. Banyak elemen penting di tubuh ini yang ikut terbuang. Makanya perlu ditunjang dengan suplemen. Saya pribadi mengonsumsi suplemen yang natural. Saya tidak mau memasukkan barang yang tidak jelas," terangnya.

BACA JUGA: Herbamojo, Suplemen untuk Mendukung Stamina Tetap Prima

Salah satu suplemen yang cocok untuk cyclist adalah Herbamojo. Produk ini mengandung manfaat herbal dari jahe merah, tribulus, maca, gingseng, pasak bumi, purwoceng, dan cabe Jawa. Bagus untuk mendongkrak performa dan meningkatkan hormon testosteron.

"Suplemen membantu mempercepat recovery, tidur pun menjadi lebih nyenyak," sebut Pak Mul, sapaan akrabnya.

Ia turut senang karena pandemi membuat masyarakat makin gencar berolahraga. Juga membuat orang sadar pentingnya menjaga kesehatan. "Olahraga ini harus berkelanjutan. Jangan naik sepeda karena gaya, tapi bersepedalah karena kesehatan," pesan Pak Mul. (mainsepeda)

Podcast Main Sepeda Bareng AZA x Johnny Ray Episode 40

Audionya bisa didengarkan di sini

Foto: trainerroad

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 21: Enric Mas Juara, Johannessen Menang di Granada
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Isaac del Toro Juara GP Montreal 2026, Sinyal Kuat Jelang Kejuaraan Dunia
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Tour de Surakarta Digelar 10 Oktober 2026, Siap-Siap Nikmati Keindahan dan Kenyamanan Solo
Pompa Ban Anda sesuai Berat Badan