Dylan Groenewegen bakal kembali membalap. Agenda terdekat yang memungkinkan diikuti cyclist asal Belanda itu adalah Tour of Hungary. Kebetulan jadwal balapan itu pas lima hari setelah berakhirnya hukuman sembilan bulan, atas kasus kecelakaan di Tour de Pologne. Kecelakaan itu nyaris mengakhiri karir Fabio Jakobsen.

Pada Jumat (22/1), Groenewegen mengumumkan agenda balapan yang akan diikutinya pada musim 2021. Tour of Hungary sendiri dijadwalkan digelar pada 12-16 Mei mendatang. Setelah mengikuti Tour of Hungary, ia akan terlibat dalam Tour of Norway, masih di bulan yang sama.

Setelah itu, ia berturut-turut mengikuti Rund um Köln, ZLM Tour, Dutch National Championships, dan Tour de Wallonie. Balapan itu berlangsung sepanjang Juni sampai Juli 2021. Berikutnya, Groenewegen akan melanjutkan membalap di Euroeyes Cyclassics, BinckBank Tour, Kampioenschap van Vlaanderen, Sparkassen Münsterland Giro, dan Tour of Guangxi.

Groenewegen mengaku selama menjalani hukuman dia berada di Hungaria. Sebagaimana diketahui, Groenewegen terlibat dalam kecelakaan mengerikan di Tour de Pologne pada Agustus 2020 silam. Ia dianggap melakukan kesalahan hingga menyebabkan terjadinya kecelakaan tragis tersebut.

Baca juga: Sanksi Sembilan Bulan untuk Dylan Groenewegen

Pembalap Deceuninck-QuickStep Fabio Jakobsen menjadi korban terparah dalam kecelakaan itu. Ia sempat koma karena menabrak penghalang di Katowice. Sampai saat ini Jakobsen belum bisa kembali ke lintasan balapan. Meskipun ia berharap bisa mengikuti sejumlah agenda balap tahun ini.

Sementara itu, Groenewegen sendiri bahwa ia bisa diterima kembali ke peloton. "Saya berharap segera bisa menemukan tempat di peloton lagi, sehingga saya bisa menikmati balapan kembali," kata Groenewegen dalam pernyataan yang dirilis timnya.

Groenewegen mungkin akan menemukan ritmenya kembali dengan mengikuti serangkaian agenda balapan kecil. Terkait dengan agenda Grand Tour, peluang Groenewegen mungkin masih ada di Vuelta a Espana.

"Saya dan tim sudah berbicara soal itu. Tim tentu punya pertimbangan ketika nanti saya kembali. Tentu saya berharapnya bisa kembali mengejar kemenangan. Tapi yang terpenting saat ini adalah bagaimana saya bisa menemukan tempat di peloton lagi," terangnya.

Groenewegen juga sempat menyinggung kembali soal kecelakaan Pologne. Ia masih belum percaya bahwa dirinya menjadi penyebab kecelakaan parah tersebut.

"Rasanya tidak benar kalau saya menyimpang dari garis saya. Sampai saat ini saya juga masih bertanya-tanya bagaimana hal itu bisa terjadi. Itu semua terjadi tanpa saya disadari. Dan saya merasa sangat sedih karenanya," ungkap pembalap 27 tahun itu.(mainasepeda)

Foto: Getty Images

Populer

Lawan Arus Mudik Mesin, 57 Pesepeda Pulang Kampung Lebaran Bersepeda
Jersey Nggravel Blitar 2026: Memadukan Keindahan Rute dengan Estetika Seni Van Gogh
Kisah LeBron James dan Kecintaannya pada Sepeda
Paris Nice 2026: Hapus Penasaran, Jonas Vingegaard Rengkuh Gelar Perdana
Isaac del Toro Segel Gelar Juara Umum Tirreno-Adriatico 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Tips Memperkuat Otot dengan Gym
Tirreno-Adriatico 2026-Etape 3: Tobias Lund Andresen Kalahkan Dominasi Sprinter Kelas Atas
Kediri Dholo KOM 2024: Kisah di Balik Simpang Lima Gumul
Nggravel Blitar 2026: Rekomendasi Hotel dan Moda Transportasi