Cara Brompton Singapura Angkat Isu Perubahan Iklim

| Penulis : 

Ada banyak cara mengkampanyekan isu perubahan iklim. Brompton Singapura melakukannya lewat kolaborasi bareng seniman street art, Jahan Loh. Kerjasama itu menghasilkan Brompton dengan desain unik. Hasil kerjasama itu kini tengah dipamerkan di Singapore’s Creative Intersection, Funan SG. 

Sepeda Brompton hasil kolaborasi itu bernuansa merah muda dan biru. Pertemuan warna itu digradasikan cukup menarik. Di bagian dekat tulisan merek Brompton juga diselipkan sosok karakter bikinan Jahan yang bertajuk “Intergalactic Dreams”. Karakter itu selama ini dibuat oleh Jahan untuk menggambarkan masa depan umat manusia yang terancam karena perubahan iklim ekstrem.

"Saya membuat desainnya dengan menampilkan gradien warna dua nada dengan menambahkan tagline ‘There Is No Planet B’," kata Jahan. Menurutnya duo tone itu diangkat dari skema warna dan visi futuristik karyanya, Intergalactic Dreams

Selama ini Jahan memang punya proyek visual terkait perubahan iklim. Ia mengemasnya dalam tema Intergalactic Dreams tersebut. Dalam konsepnya, pada 2069 akan banyak negara telah lenyap di bawah lautan. Tanah yang tersisa telah direklasifikasi ke benua: Afrika, Asia, Amerika, Eropa dan Oseania.

Sumber daya di Bumi hampir habis. Cuaca ekstrem membuat banyak daratan tidak bisa dihuni. Manusia hanya punya waktu 20 tahun untuk menemukan planet baru, sebagai tempat bertahan hidup. Cerita itu ia kemas untuk memperingatkan orang tentang perubahan iklim dan bencana-bencana yang bisa ditimbulkan.

Brompton lantas menangkap kampanye itu untuk dikolaborasikan. Apalagi secara korporat, Brompton selama ini punya visi menciptakan kebebasan masyarakat perkotaan dan mewujudkan mobilitas berkelanjutan untuk kota-kota masa depan. Visi itu bagian dari bentuk proaktif mereka pada masalah perubahan iklim.

“Karena itu kami telah bekerja sama dengan seniman kontemporer lokal Jahan. Kami berharap bisa mengkolaborasikan karya seninya dan menggabungkan unsur-unsur hasratnya ke dalam bentuk Brompton,” tulis pernyataan Brompton Singapura. Hasil kolaborasi ini kini dipamerkan eksklusif di Funan SG untuk event Singapore Art Week. Pameran berlangsung dari 22 Januari sampai 21 Februari 2021.(mainsepeda)

Foto-Foto: Instagram Brompton SG, Yahan

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 21: Enric Mas Juara, Johannessen Menang di Granada
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Isaac del Toro Juara GP Montreal 2026, Sinyal Kuat Jelang Kejuaraan Dunia
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Tour de Surakarta Digelar 10 Oktober 2026, Siap-Siap Nikmati Keindahan dan Kenyamanan Solo
Taklukkan Tour of Flanders 2026, Pogacar Jaga Asa Misi Monument Slam