Happy sweet seventeen. Tak terasa Podcast Main Sepeda sudah memasuki episode 17. Artinya sudah 17 pekan duo Azrul Ananda dan Johnny Ray memberikan pencerahan, ilmu, semangat, serta segala hal yang berhubungan dengan dunia sepeda.

Teruntuk podcast episode spesial ini, Azrul Ananda dan Johnny Ray kembali mengulas kesalahan-kesalahan cyclist pemula. Tema ini sebenarnya pernah disentil di episode pertama. Tapi masih banyak cyclist yang ingin tema ini dibahas lagi.

"Kami senang melihat semakin banyak orang bersepeda. Tapi selalu "ngeri" melihat bagaimana para pemula itu bergaya di jalan raya. Untuk itu kami akan memberikan beberapa hal-hal yang harus dihindari atau diingat apabila ingin bersepeda dengan nyaman dan aman," ucap Aza, sapaan akrab Azul Ananda.

Aza dan Johnny Ray akan mengulas banyak hal, mulai peran topi dalam bersepeda, teknik penggunaan kaca mata yang benar dan aman, tata cata penggunaan baselayer, hingga prosedur singkat yang wajib dilakukan sebelum gowes.

Tak ketinggalan, Aza dan Johnny Ray bakal membongkar isi dompet masing-masing. Mereka akan menunjukkan barang bawaan selama gowes. Aza juga akan memperlihatkan barang istimewa hasil pemberian seorang kawan cyclist yang berkunjung ke tempat spesial di Italia? Barang apakah itu?

Penasaran? Anda dapat menyimaknya di Podcast Main Sepeda episode 17. Nantikan premiere podcast-nya pada Rabu, 7 Oktober 2020, tepat pukul 16.00 WIB. Hanya di kanal YouTube dan Spotify Mainsepeda. (mainsepeda)

Podcast Main Sepeda Bareng AZA x Johnny Ray Episode 16

Audionya bisa didengarkan di sini

Populer

12 Tahun Bromo KOM, Tetap Melahirkan Debutan yang Penasaran Menaklukkan Wonokitri
In This Economy, Ternyata Ini Alasan Para Peserta Ketagihan Ikut Bromo KOM, Ada yang 12 Kali Ikut!
Kuat Berkat Indoor Training
Hiyaaaaa, Sudah Muncul Pinarello Dogma F12
Benarkah Ban 25 Mm Lebih Cepat dari 23 Mm?
Gravel Bike: Cepat On Road, Tangguh Off Road
Sepeda Eddy Merckx "Hidup" Lagi
Alex Zanardi Kembali ke Rumah setelah 18 Bulan di Rumah Sakit
Fernando Alonso Kecelakaan Saat Gowes di Swiss
Merida Reacto V4, Tunggangan Baru Mark Cavendish