Tips Supaya Bersepeda Tidak Ganggu Fungsi Alat Vital

| Penulis : 

Ada banyak mitos kesehatan yang dikaitkan dengan olahraga besepeda. Utama yang berkaitan dengan (maaf) alat vital. Seorang cyclist sekaligus dokter Spesialis Urologi, dr. M. Ayodhia Soebadi, Sp.U, membagikan sejumlah tips agar aktrivitas bersepeda tidak mengganggu fungsi alat vital.

Dokter asli Surabaya ini menampik beragam isu miring yang dihubungkan dengan olahraga bersepeda. Menurutnya, bersepeda tidak berpengaruh ke kesuburan, tidak berpengaruh ke kualitas sperma, dan tidak ada pengaruhnya ke ereksi.

"Kadang-kadang, ada yang bilang malah tambah joss. Sebagian besar orang tidak ada masalah. Malah membaik," jelas dr Yodi, sapaan akrabnya.

Alumnus Universitas Airlangga (Unair) ini mengimbau cyclist untuk peka terhadap kondisi tubuhnya masing-masing. Bila merasakan kebas atau kesemutan di daerah vital seusai bersepeda lama, bisa jadi karena saraf dan pembuluh darah yang ke daerah vital mungkin pengalami penekanan karena sadel atau posisi tidak pas.

Agar bersepeda tidak mengganggu fungsi alat vital, dr Yodi memberikan sejumlah tips yang patut Anda coba. Pertama adalah harus mulai dengan pelan-pelan. Bersepeda memang olahraga yang asyik, dan penuh tantangan. Tapi kita tidak boleh grusa-grusu dalam bersepeda.

"Biasanya kalau ada barang baru kan orang akan sangat antusias. Bisa naik dari level 0 langsung ke level 100," katanya. Hal inilah yang tidak dianjurkan. "Sebaiknya bertahap. Santai saja. Bersepedanya dinikmati," pesan bapak tiga anak itu.

Poin kedua, jika ada keluhan jangan didiamkan. Sekali lagi dr Yodi mengingatkan cyclist untuk peka terhadap tubuhnya. Sekecil apa pun tandanya. Pemilihan sadel, posisi, dan cara bersepeda bersepeda juga berpengaruh ke kesehatan alat vital. Juga bisa membuat lecet-lecet, luka, bahkan sampai infeksi.

"Kalau orang itu bersepedanya kaku sekali, itu bisa membuat mati rasa. Seberapa banyak mati rasa dan seberapa lama, itu tiap orang berbeda-beda. Tiap orang juga akan berbeda-beda hasilnya. Itulah kenapa satu sepeda bukan berarti cocok untuk semua orang," jabar dokter berusia 39 tahun tersebut.

Poin ketiga adalah minum. Bersepeda adalah olahraga yang menguras energi dan cairan tubuh. Oleh karena itu, asupan minuman juga harus terjaga. Sebab, masalah minum ini berkaitan dengan saluran kencing. Mulai dari infensi hingga jadi batu.

"Kalau sampai tidak kencing setelah gowes, maka harus minum banyak. Harus dikejar sampai kencingnya keluar dan kencingnya bening," jelasnya. (mainsepeda)

Episode Keempat Podcast Main Sepeda Bareng AZA x Johnny Ray: Tips beli sepeda, mahal atau murah? karbon atau besi?

Audionya bisa didengarkan di sini

Foto: Sportograf

Populer

In This Economy, Ternyata Ini Alasan Para Peserta Ketagihan Ikut Bromo KOM, Ada yang 12 Kali Ikut!
12 Tahun Bromo KOM, Tetap Melahirkan Debutan yang Penasaran Menaklukkan Wonokitri
Bromo KOM 2026: Catat Jadwal, Lokasi, dan Alur Pengambilan Race Pack
Berburu Momen Terbaik di Bromo KOM 2026? Tenang, Puluhan Fotografer Siap Rekam Aksi Peserta
Terbang dari Australia Demi Bromo KOM, Sepeda Cyclist Ini Malah Tertinggal Saat Transit di Singapura
Persaingan Women Elite Bromo KOM 2026: Maghfirotika Marenda Dapat Tantangan Nama-Nama Baru
Trek Domane SLR Baru Bisa Pakai Ban 38 Mm
Ewakobro, ”Rumah” Megah Pecinta Brompton Makassar
Paris-Roubaix 2025, Ring Pertarungan Termegah Pogi Vs Van der Poel
Cavendish Menang, Van der Poel Bawa Maglia Rosa ke Italia