Warga Prancis Diimbau Bersepeda Pasca Lockdown

| Penulis : 

Pemberlakuan lockdown di banyak kota dan negara di dunia berdampak positif ke lingkungan. Polusi udara berkurang, langit lebih bersih, cerah, dan lebih biru. Selain kitu, udara pun semakin segar. Hal ini seolah menjadi petunjuk bagi pemimpin dunia tentang apa yang harus dipertahankan setelah pandemi ini berlalu.

Pemerintah Prancis, misalnya. Mereka sedang menyusun kebijakan pasca lockdown. Pemerintah mengimbau warganya untuk lebih banyak menggunakan sepeda. Utamanya sebagai moda transportasi utama. Sepeda menjadi solusi terbaik menjaga tingkat polusi udara tetap rendah dan mencegah keramaian di transportasi publik.

"Kami ingin masa-masa ini dimanfaatkan sebagai awal dalam menumbuhkan budaya bersepeda," ujar Elisabeth Borne, Menteri Transisi Ekologi seperti yang dilansir laman resmi World Economic Forum dan BBC.

Tak tanggung-tanggung, Pemerintah Prancis siap mengucurkan dana hingga 22 juta USD untuk mendorong masyarakatnya agar lebih aktif bepergian menggunakan sepeda. Dana tersebut mencakup subsidi 55 USD bagi masyarakat untuk mereparasi sepeda di toko sepeda resmi, serta biaya-biaya lainnya seperti parkir.

Pemerintah Prancis berharap masyarakat beralih ke sepeda sebagai transportasi utama dalam perjalanan jarak pendek. Sebab, dalam data milik kementrian, 60 persen perjalanan yang dilakukan masyarakat Prancis hanya menempuh jarak kurang dari 5 kilometer.

Sementara itu, pemerintah Prancis akan mengakhiri masa lockdown secara bertahap mulai 11 Mei mendatang. Fasilitas publik akan kembali dibuka. Meski demikian, pemerintah tetap mewajibkankan masyarakat untuk menggunakan masker untuk bepergian kemana pun

Ibu kota Prancis, Paris bahkan bahkan membatasi jumlah mobil yang melintas di jalan utamanya, yakni Rue de Volli yang melalui Museum Louvre --tempat lukisan Mona Lisa disimpan. Wali Kota Paris, Anne Hidalgo berencana membangun jalur sepeda di kotanya.

"Saya ingin nantinya ada jalur yang secara eksklusif diperuntukkan bagi pengguna sepeda, bus, taksi, kendaraan darurat, dan pekerja. Namun bukan untuk mobil pribadi," ungkapnya.(*)

Foto: Alamy, AFP

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 21: Enric Mas Juara, Johannessen Menang di Granada
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Isaac del Toro Juara GP Montreal 2026, Sinyal Kuat Jelang Kejuaraan Dunia
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Tour de Surakarta Digelar 10 Oktober 2026, Siap-Siap Nikmati Keindahan dan Kenyamanan Solo
Kamboja Menuju Produsen Sepeda Utama Dunia?