Aturan pembatasan fisik yang diterapkan negara-negara di Eropa mulai melunak. Khususnya untuk kegiatan olahraga sepeda. Yang terbaru, Pemerintah Prancis bakal mengizinkan para pembalap pro berlatih di luar ruangan mulai 11 Mei.

Kabar itu sendiri terungkap dari tulisan yang diturunkan media setempat, L'Equipe pada Minggu (27/4). Sejak pertengahan Maret lalu, Prancis memang menerapkan lockdown. Aturan ketat ditegakkan bagi semua warga negara ataupun mereka yang tinggal di Prancis. Termasuk atlet sepeda. Mereka tidak boleh berlatih di luar ruangan. Aturan itu berlaku hingga 15 Juli.

Saking ketatnya aturan ini, polisi sampai melakukan tindakan represif dengan memburu para pesepeda yang berlatih di jalanan lewat aplikasi Strava. Mereka yang tertangkap dikenakan denda.

Namun federasi sepeda Prancis atau Fédération Française de Cyclisme (FFC) meminta aturan itu ditangguhkan. FFC berupaya mencari cara agar atlet pro bisa tetap berlatih di area outdoor, namun tetap tidak menabrak batasan-batasan yang ditetapkan lembaga kesehatan. Meskipun diperbolehkan berlatih di luar, namun atlet pro harus melakukannya secara solo ride. Alias bersepeda sendirian.

Kasus Covid-19 di Prancis memang termasuk yang tinggi di Eropa. Di sana ada 125.000 kasus dengan jumlah kematian mencapai 22.850 orang. Menurut laporan L'Equipe pengumuman terkait pelonggaran kebijakan lockdown ini kemungkinan bakal disampaikan oleh Perdana Menteri, Édouard Philippe, pada hari Selasa (28/4).

Kebijakan yang diterapkan Pemerintah Prancis ini sebelumnya juga dilakukan Italia. Setelah hampir dua bulan menerapkan lockdown, akhirnya Italia secara bertahap mulai mengendurkan aturan physical distancing.

Perdana Menteri Giuseppe Conte berencana melonggarkan aturan lockdown untuk kegiatan olahraga di luar ruangan. Mulai 4 Mei mendatang, kegiatan olahraga yang harusnya dilakukan di outdoor sudah boleh dijalani.

Sebenarnya asosiasi pembalap profesional Italia sudah sejak awal April lalu meminta pengecualian untuk aktivitas para pembalap. Namun pemerintah tetap melarang dengan alasan masih banyak kasus Coronavirus di negara tersebut. Selain itu kehadiran pembalap yang berlatih di jalanan juga mengundang masyarakat untuk datang melihat.

Rencana Pemerintah Italia menerapkan beberapa fase untuk melonggarkan peraturan lockdown. Fase pertama mereka mengizinkan kegiatan olahraga di luar ruangan mulai 4 Mei.

Fase selanjutnya dimulai 18 Mei. Saat itu pemerintah mengizinkan acara olahraga bisa dilanjutkan tapi di bawah aturan khusus. Aturan khusus itu sendiri kemungkinan bakal diumumkan Menteri Olahraga Italia Vincenzo Spadafora minggu ini. Kemungkinan aturan khusus itu di antaranya mencakup kegiatan olahraga tanpa penonton.

"Kita tetap harus bertanggungjawab dengan tidak saling berdekatan, menjaga jarak aman setidaknya satu meter. Jika kita tidak patuh terhadap itu, kurva (penularan Covid-19) akan meningkat lagi. Jumlah kematian akan meningkat dan kita akan memiliki kerusakan permanen pada ekonomi kita. Jika Anda mencintai Italia, jaga jarak Anda," ujar Perdana Menteri Giuseppe Conte dalam konferensi persnya di Palazzo Chigi.

Coronavirus memang menyebabkan Italia nyaris lumpuh. Kasus kematian di sana mencapai 27 ribu jiwa. Negara itu akhirnya menerapkan lockdown secara menyeluruh pada 9 Maret lalu.(mainsepeda)

Populer

Lawan Arus Mudik Mesin, 57 Pesepeda Pulang Kampung Lebaran Bersepeda
Jersey Nggravel Blitar 2026: Memadukan Keindahan Rute dengan Estetika Seni Van Gogh
Kisah LeBron James dan Kecintaannya pada Sepeda
Paris Nice 2026: Hapus Penasaran, Jonas Vingegaard Rengkuh Gelar Perdana
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Isaac del Toro Segel Gelar Juara Umum Tirreno-Adriatico 2026
Tips Memperkuat Otot dengan Gym
Tirreno-Adriatico 2026-Etape 3: Tobias Lund Andresen Kalahkan Dominasi Sprinter Kelas Atas
Nggravel Blitar 2026: Rekomendasi Hotel dan Moda Transportasi
Kediri Dholo KOM 2024: Kisah di Balik Simpang Lima Gumul