Pada 21 April nanti, 500 peserta Antangin Bromo KOM 2018 akan diberi waktu empat jam untuk mencapai garis finis di Wonokitri, Bromo, di ketinggian 2.000 meter. Apakah waktu itu cukup? Atau terlalu berat?

Berdasarkan hasil simulasi yang diselenggarakan panitia pada Sabtu, 7 April, waktu itu dinyatakan lebih dari cukup!

Mengapa? Karena waktu empat jam tidak dihitung dari titik start, di GOR Untung Suropati, Jalan Sultan Agung, Pasuruan. Melainkan dari titik KOM Start, di kawasan Pasrepan.

Batas waktu empat jam akan dimulai dari titik KOM Start di kawasan Pasrepan.

 

Nantinya, setelah “start,” semua peserta akan menjalani dulu “neutral zone” di belakang mobil commissaire sepanjang 15 km menuju Pasrepan. Baru di sana timing chip diaktifkan, dan peserta mengejar waktu menuju finis di Wonokitri.

Ya, itu berarti peserta tidak harus mati-matian di sepanjang 40 km rute. Hanya 25 km dari KOM Start di Pasrepan menuju Wonokitri.

“Sebelum simulasi, kami sudah menyiapkan pola start ini. Alasannya untuk keselamatan, peserta baru dilepas mengejar waktu saat tanjakan benar-benar dimulai,” jelas Cipto S. Kurniawan, bos Mie Bola Mas sebagai penyelenggara bersama Azrul Ananda School of Suffering (AA SoS) dan OtakOtak Event Organizer.

Saat simulasi, pola ini langsung dicoba.

Panitia membawa sekitar 30 cyclist dari berbagai level kemampuan. Mulai dari atlet hingga penghobi berbagai kemampuan. Dengan demikian, panitia bisa benar-benar menghitung waktu, apakah limit empat jam bakal cukup.

30 cyclist dengan berbagai tingkat kemampuan melakukan tes rute Antangin Bromo KOM Challenge, Sabtu 7 April.

 

Saat even 21 April nanti, semua peserta akan memakai timing chip dan dikenakan time limit.

Rombongan lomba dari berbagai kelompok umur akan berangkat duluan. Mereka ini sama sekali tidak akan punya masalah menyelesaikan batasan waktu.

Kemudian, rombongan peloton non-lomba menyusul dengan dikawal road captain dan marshal. Nah, rombongan ini yang paling dipikirkan oleh panitia.

Sebab, untuk diklasifikasikan sebagai finisher dan mendapatkan medali, peserta harus bisa menyelesaikan 25 km dari KOM Start Pasrepan ke Wonokitri dalam waktu empat jam. Mengingat tanjakan yang tiada henti, ini bukanlah tantangan mudah. Saat simulasi, panitia sudah siap menambah waktu apabila ternyata empat jam dianggap terlalu berat.

Tapi ternyata, empat jam dianggap lebih dari cukup.

(Dari kiri) Simon, Hong Peng, dan Andre berjuang menaklukkan tanjakan gunung Bromo.

 

Berdasarkan hasil simulasi, kelompok atlet atau elite dipastikan bisa menuntaskan rute dalam waktu kisaran 1 jam 30 menit. Dari rombongan peloton “normal,” kebanyakan bisa tuntas di bawah tiga jam.

“Jadi, empat jam sangatlah cukup. Kuncinya jangan terlalu bernafsu di awal tanjakan. Sabar menata kecepatan sesuai kemampuan, menghemat dan membagi energi dari awal sampai akhir. Pasti bisa di bawah empat jam,” tegas Wawan, sapaan Cipto S. Kurniawan.

Di sepanjang rute, panitia akan menyediakan dua lokasi feeding zone. Di sana akan ada sokongan minum dan snack bagi peserta. Tentunya, jangan berhenti terlalu lama kalau tidak ingin kena cut off time.

Rencananya, panitia akan melakukan meeting lanjutan untuk mengevaluasi lebih detail hasil simulasi ini. Hasilnya akan diumumkan lewat mainsepeda.com. Termasuk nantinya panduan bagaimana cara terbaik menaklukkan Bromo KOM Challenge! (mainsepeda)

 

Hasil Simulasi Sabtu, 7 April 2018

0 km - Start di GOR Untung Suropati Pasuruan

15,3 km - KOM Start di kawasan Pasrepan (waktu mulai dihitung)

22 km - Feeding Zone 1 (Lapangan Bola Puspo)

33 km - Feeding Zone 2 (Jembatan Beton Baledono)

40 km - Finish di Wonokitri

 

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 21: Enric Mas Juara, Johannessen Menang di Granada
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Isaac del Toro Juara GP Montreal 2026, Sinyal Kuat Jelang Kejuaraan Dunia
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Tour de Surakarta Digelar 10 Oktober 2026, Siap-Siap Nikmati Keindahan dan Kenyamanan Solo
Pompa Ban Anda sesuai Berat Badan