Kolom Sehat: Membunuh Kejenuhan saat Gowes

| Penulis : 

Bagi yang hobi gowes, pasti ada masa mengalami kejenuhan. Rute yang sama dilewati setiap hari, selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan dan seterusnya. "Keblengeran" (kebosanan) itu pasti bisa muncul. Bisa sedikit, bisa banyak kadarnya.

Lalu, apa yang harus dilakukan saat jenuh? Kalau saya, sebenarnya tidak serumit itu solusinya. Saya berusaha menikmati segala yang ditemui di jalan sebaik mungkin. Memang, tidak semua yang kita lihat di jalan menarik. Misalnya melihat kecelakaan. Tapi, sebisa mungkin kita memperhatikan hal-hal kecil di jalan, lalu mengamininya sebagai hiburan yang tak terbeli.

Berikut ini beberapa momen kecil namun spesial itu. Kalau Anda menganggapnya entertaining, mungkin masih akan ada terus lanjutannya di tulisan-tulisan kemudian.

1. "Di-Vlog" Bocah SD

Beberapa hari lalu, saya dan teman-teman mencoba rute Bromo untuk kali kesekian. Seperti biasa, saya selalu merenung sendiri di belakang. Jauh di belakang yang lain.

Pada sebuah lokasi di tengah tanjakan yang begitu panjang, ada sebuah sekolah di sebelah kiri jalan. Biasanya, kalau melihat orang gowes, anak-anak sekolah itu akan bersorak atau menyulurkan tangan untuk tos.

Tidak demikian dengan bocah-bocah itu kali ini. Mereka justru berlari mengejar saya dan berusaha mendahului. Mereka lantas menghadap ke saya, lalu berteriak: "Ayo di-vlog, di-vlog!". Mereka menggunakan kamera imajinasi, membentuknya dengan tangan dan jemari.

Di saat sedang tersiksa di tanjakan itu, saya jadi bersyukur melihat keceriaan bocah-bocah tersebut. Baguslah kalau kehadiran saya bisa membuat mereka tertawa senang. Berarti saya bersepeda ini ada manfaatnya.

 

2. Kehujanan

Waktu kecil, kalau lihat hujan pasti akan langsung ke luar dan hujan-hujanan. Itu duluuuuu. Kalau sudah bekerja, tentu kebiasaan ini tidak lagi dilakukan secara spontan. Tapi ketika bersepeda dan hujan-hujanan, itu sensasinya beda. Karena sambil basah-basahan kita dituntut untuk bisa tetap konsen dan melaju sampai tujuan.

Tentu, saat hujan, kita harus waspada terhadap lubang-lubang di jalan yang tertutup air. Syukurlah kalau di Indonesia ini walau hujan suhunya relatif aman. Kalau di negeri empat musim, tentu bisa membuat kita menggigil dan sendi-sendi kita ngilu tertusuk dingin.

 

3. Melihat Tulisan di Truk-Truk yang Melintas

Kalau sering di jalan, Anda pasti pernah melihat tulisan-tulisan yang ada di belakang, depan, atau di karet penahan air di belakang ban truk. Tulisan-tulisannya biasanya "khas sopir." Lugas, lucu, kadang sedikit saru. Nah, yang saru itu pasti kalian hafal!

Beberapa waktu lalu, saya melihat tulisan unik. Sebenarnya tertulis cukup kecil di samping bagian depan. Tapi, bunyinya sangat mewakili teman-teman saya bersepeda. Bunyinya: "Konco seneng melok seneng. Konco suzah tambah suweneng."

Ha ha ha... Persis sama dengan teman-teman sepedaan saya. Makin senang kalau melihat temannya ketinggalan di belakang.

Mungkin Anda punya teman-teman yang seperti itu pula. Yang suka tertawa di atas penderitaan orang. Mau kita pukul tapi takut hukum. Jadi ya dimaklumi saja. Orang seperti itu selalu ada dan bisa menghibur kok.

Itulah beberapa hal yang saya temui di jalan dan membuat saya terhibur. Dan saya sempat memotretnya. Semoga, di kesempatan lain saya bisa terus menjumpai hal-hal menghibur lain, lalu bisa berbagi dengan pembaca semua. Sekian. (johnny ray)

 

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 21: Enric Mas Juara, Johannessen Menang di Granada
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Isaac del Toro Juara GP Montreal 2026, Sinyal Kuat Jelang Kejuaraan Dunia
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Tour de Surakarta Digelar 10 Oktober 2026, Siap-Siap Nikmati Keindahan dan Kenyamanan Solo
Kamboja Menuju Produsen Sepeda Utama Dunia?