Batas waktu finis, alias Cut Off Time (COT), menjadi kabar yang paling ditunggu oleh peserta Herbana Bromo KOM Challenge 2020. Pada tahun ini pihak penyelenggara membedakan batas waktu finis antara peserta dengan road bike, dan peserta yang menunggangi folding bike dan Brompton.

Sebelum menetapkan time limit tahun ini, pihak penyelenggara mengadakan simulasi ke Bromo, 14 Februari lalu. Simulasi ini diikuti oleh commissaire beserta road captain. Selain persiapan acara, simulasi dilakukan untuk menetapkan batas waktu finis di Herbana Bromo KOM Challenge 2020.

"Berdasarkan hasil rapat dengan pihak penyelenggara, time limit untuk road bike adalah pukul 13.30. Sedangkan untuk folding bike dan Brompton adalah 14.00," jelas Anri Bartali, Chief Commissaire Herbana Bromo KOM Challenge 2020.

Batas waktu tersebut berbeda dengan tahun lalu. Dalam Herbana Bromo KOM Challenge 2019, time limit untuk seluruh peserta adalah pukul 13.00. Bartali berharap, batas waktu finis yang lebih lama bisa memotivasi peserta agar semakin semangat mengayuh pedalnya hingga garis akhir.

"Kami memberikan kesempatan lebih besar kepada peserta, terutama yang non-competitive. Supaya lebih banyak yang finis di Wonokitri, dan mendapatkan medali finisher," jabar Bartali.

Herbana Bromo KOM Challenge 2020 akan start di Makodam V/Brawijaya, 14 Maret nanti, pukul 06.00 pagi. Penyelenggara mengimbau seluruh peserta, baik yang competitive maupun non-competitive, wajib mengaktifkan timing chip mereka sejak di garis start.

Peserta dengan road bike akan gowes dari Surabaya. Sedangkan peserta kategori sepeda lipat, dan Brompton start dari GOR Untung Suropati, Kota Pasuruan. GOR Untung Suropati sekaligus menjadi pit stop pertama untuk peserta yang start dari Kota Pahlawan.

Seluruh peserta yang berangkat dari Surabaya harus langsung parkir sesuai dengan kategorinya masing-masing. Kemudian mereka wajib sign on lagi di pit stop pertama. Para petugas akan mendata peserta tiap kategori, dan keseluruhnya harus tanda tangan.

Tepat pukul 08.30, sebanyak 1.400 cyclist akan diberangkatkan menuju Wonokitri, Bromo. Setelah melewati gate bertuliskan Start KOM di Pasrepan, silakan tancap gas secepat-cepatnya untuk menaklukan tanjakan sejauh 25 kilometer menuju garis akhir di Wonokitri, Bromo.

Herbana Bromo KOM Challenge 2020 diselenggarakan oleh Azrul Ananda School of Suffering (AA SoS), SUB Jersey, Wdnsdy Bike, Strive Nutrition Products, Johnny Ray Cycling, Mainsepeda.com, dan dieksekusi oleh DBL Indonesia. Didukung penuh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kodam V/Brawijaya, Polda Jawa Timur, dan Pemerintah Kota Pasuruan.(mainsepeda)

Jadwal Herbana Bromo KOM Challenge 2020

Start                   : Lapangan Makodam Surabaya (road bike)

                          : GOR Untung Suropati Pasuruan (khusus folding bike dan Brompton)
Jam Start            : 06.00 dari Lapangan Makodam V/Brawijaya Surabaya (road bike)

                          : 08.30 dari GOR Untung Suropati Kota Pasuruan (khusus folding bike dan Brompton)


Pit Stop 1            : GOR Untung Suropati Kota Pasuruan (60 km dari Surabaya)

Start KOM           : Pasrepan (15 km dari GOR Untung Suropati)

Feeding Zone 1    : Lapangan Desa Puspo (22 km dari GOR Untung Suropati)

Feeding Zone 2    : Jembatan beton Baledono (33 km dari GOR Untung Suropati)

Finis                   : Wonokitri, Bromo

Time Limit          : Pukul 13.30 (road bike), dan 14.00 (folding bike dan Brompton)

Acara Selesai      : Pukul 15.00

Populer

Lawan Arus Mudik Mesin, 57 Pesepeda Pulang Kampung Lebaran Bersepeda
Jersey Nggravel Blitar 2026: Memadukan Keindahan Rute dengan Estetika Seni Van Gogh
Kisah LeBron James dan Kecintaannya pada Sepeda
Paris Nice 2026: Hapus Penasaran, Jonas Vingegaard Rengkuh Gelar Perdana
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Isaac del Toro Segel Gelar Juara Umum Tirreno-Adriatico 2026
Tips Memperkuat Otot dengan Gym
Nggravel Blitar 2026: Rekomendasi Hotel dan Moda Transportasi
Tirreno-Adriatico 2026-Etape 3: Tobias Lund Andresen Kalahkan Dominasi Sprinter Kelas Atas
Kediri Dholo KOM 2024: Kisah di Balik Simpang Lima Gumul