Peserta Bromo KOM Challenge 2020 mulai melakukan pelbagai persiapan agar bisa finis mulus di event menanjak paling heboh di Indonesia ini. Salah satu caranya adalah tes rute yang akan mereka lalui pada 14 Maret nanti. 

Minggu (19/1) kemarin, sekitar 20 pesepeda lipat dari Surabaya gowes ke Bromo. Mereka berasal dari berbagai komunitas. Seperti Bikeberry Surabaya, Tyrellnesia, Dahon Classic Indonesia, Seliboyo, dan ID-Dahon. 

Kedatangan mereka ke Bromo dilandasi satu motif yang sama, yakni latihan. Sebab, lebih dari separuh dari ke-20 cyclist tersebut adalah peserta Bromo KOM Challenge 2020 yang digeber 14 Maret nanti.

Perjalanan mereka dimulai dari sebuah SPBU di Kersikan, Godang Wetan, Pasuruan. Mereka membutuhkan waktu hampir tiga jam untuk sampai di Wonokitri. Faisol Arif dari Bikeberry menjadi cyclist pertama yang tiba di garis akhir.

“Kami start dari SPBU itu sekitar pukul 07.30. Sekitar pukul 10.11 sudah sampai di finis,” cerita humas Bikeberry Surabaya, Nasrullah Fahmi kepada Mainsepeda.com.

Bagi mereka gowes ke Bromo adalah pengalaman yang tiada duanya. Apalagi Bromo memiliki segudang tanjakan yang menantang adrenalin peserta. Salah satu tanjakan paling ‘wow’ terletak setelah pertigaan Tosari. 

“Setelah dari pertigaan Tosari ada turunan kurang lebih 200-300 meter. Setelah itu langsung nanjak lagi. Selain itu juga ada tanjakan ‘cilukba’. Letaknya pas menjelang finis di Wonokitri,” ungkap Fahmi.

Meski menyakitkan, tetapi gowes ke Bromo juga bikin ketagihan. “Sudah tahu sakit, tapi tetap saja bikin kangen,” akunya.

Karena medannya yang relatif berat, satu-satunya cara agar bisa tampil maksimal adalah dengan berlatih, dan berlatih. “Harus banyak latihan. Kalau untuk setting-an sepeda itu disesuikan dengan cyclist-nya masing-masing,” bilang Fahmi.

Rencananya, peserta Bromo KOM Challenge 2020 kategori sepeda lipat, dan Brompton akan start dari GOR Untung Suropati, Kota Pasuruan. Setelah itu, seperti kategori lainnya, mereka harus menaklukkan medan terjal menuju menuju Wonokitri, Bromo.(mainsepeda)

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 21: Enric Mas Juara, Johannessen Menang di Granada
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Isaac del Toro Juara GP Montreal 2026, Sinyal Kuat Jelang Kejuaraan Dunia
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Tour de Surakarta Digelar 10 Oktober 2026, Siap-Siap Nikmati Keindahan dan Kenyamanan Solo
Kamboja Menuju Produsen Sepeda Utama Dunia?